Polri Segera Selesaikan Pemberkasan Kasus Pelarungan Jenazah WNI di Kapal China

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 337 2221020 polri-segera-selesaikan-pemberkasan-kasus-pelarungan-jenazah-wni-di-kapal-china-qQ3WlWZoKy.jpg Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Divisi Humas Polri)

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, penyidik segera menyelesaikan penyidikan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia untuk diserahkan ke kejaksaan.

Polri telah menetapkan dua tersangka terkait kasus perbudakan di Kapal Lu Qing Yuan Yu 623 milik perusahaan China yang disertai dengan pelarungan jenazah WNI di perairan Somalia tersebut.

Baca juga: ABK WNI di Kapal China: Teman Saya Meninggal Setelah Disiksa, Mayat Disimpan Sebulan 

Kedua tersangka adalah Komisaris PT Mandiri Tunggal Bahari, Sustriyono dan direktur perusahaan it Muhamad Hoji. Mereka diduga telah merekrut ABK yang diperbudak di Kapal Lu Qin Yuan Yu 623.

"Penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah akan segera merampungkan berkas perkara untuk dikirim ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah," kata Ahmad dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2020).

Ahmad menyebut, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Kemudian, untuk percepat rampungnya berkas, polisi juga akan memeriksa ahli dari Dinas Ketenagakerjaan.

"Sampai dengan saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi dan minggu ini akan dilakukan pemeriksaan ahli dari Dinas Tenaga Kerja," ujar Ahmad.

 korona

WNI di kapal China (BBC)

Sebelumnya, kasus perbudakan ABK Indonesia di kapal China itu mencuat ke permukaan setelah diberitakan media international. Polri kemudian menyidik dugaan perdagangan manusia oleh agen perekrut di dalam negeri setelah ada pelaporan dari masyarakat.

PT Mandiri Tunggal Bahari yang kemudian berurusan dengan penyidik sejak sejak Desember 2018 diduga telah merekrut dan menempatkan 231 ABK dari Indonesia di kapal ikan asing milik China melalui kerja sama dengan agency PT Xianggang Xinhai Shipping Co, Ltd.

Pada 29 Oktober 2019, PT Mandiri Tunggal Bahari diduga mengirim ABK Herdianto untuk bekerja di Kapal Ikan FV. Lu Qing Yuan Yu 623. Pada 16 Januari 2020 Herdianto meninggal dunia karena sakit dan jenazahnya di larung ke lautan lepas.

Kemudian, pada 30 September 2019, PT MTB memberangkatkan ABK Taufik Ubaidilah untuk bekerja di Kapal FV. Fu Yuan Yu 1218.

 Baca juga: Kronologi Kasus Perbudakan WNI di Kapal China

Pada 23 November 2019, Taufik Ubaidiilah meninggal dunia karena jatuh dari palkah kemudian jenazahnya di larung ke lautan lepas, sedangkan enam orang ABK lompat dari Kapal Fu Yuan Yu 1218.

Dari hasil perekrutan dan penempatan ABK tersebut, PT MTB diduga menerima fee dari agency PT Xianggang Xinhai Shipping Co, Ltd, sebesar USD35 per bulan atau per ABK selama mereka bekerja.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini