New Normal, Sektor Pariwisata Kembali Ditutup Jika Kasus Corona Naik Lagi

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 337 2221011 new-normal-sektor-pariwisata-kembali-dihentikan-jika-kasus-corona-naik-lagi-9V6cxN7Uhn.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, jika angka Covid-19 naik lagi, tak menutup kemungkinan sektor pariwisata akan kembali dihentikan.

Saat ini, pemerintah tengah bersiap membuka sektor pariwisata di wilayah yang aman dari corona menyusul diberlakukannya kenormalan baru atau new normal. Pembukaan sektor wisata diikuti dengan protokol kesehatan ketat.

"Ya tentunya Pak Presiden juga sudah pernah menyampaikan juga kalau misalnya positif Covid naik lagi ya diberhentikan lagi," ucap Wishnutama usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Kamis (28/5/2020).

Menurut dia, seluruh pihak harus disiplin dengan protokol kesehatan dalam sektor pariwisata. Jangan sampai ada pelanggaran, karena menyangkut nyawa manusia. Jika pelanggaran terjadi maka akan ada sanksi tegas.

"Harus disiplin sekali menurut saya, pelaksanaan ini atau protokol ini harus betul-betul disiplin dari airportnya dari hotel segala macam dan ini tentunya harus punya konsekuensi yang tinggi. Kalau perlu misalnya izinnya dicabut gitu ya kalau melanggar, tidak mematuhi protokol kesehatan yang kita tetapkan," tutur dia.

Setidaknya ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum membuka sektor pariwisata. Pertama, pemerintah akan membuat standar operasional prosedur (SOP) wisata yang aman dari Covid-19. SOP tersebut akan mengatur secara detail.

Kedua, pemerintah akan mensimulasikan SOP yang telah dibuat. Ketiga, SOP yang sudah disimulasinan itu akan disosialisasikan secara massif.

Keempat, pemerintah akan menguji coba membuka sektor pariwisata dengan SOP new normal yang sudah dibuat, disimulasikan dan disosialisasikan. Pada tahap ini protokol kesehatan berlaku ketat.

Wishnutama memerkirakan proses tahapan pembukaan wisata ini akan memakan waktu satu bulan sejak diputuskan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Baca Juga : Masih Banyak Warga di Surabaya Tak Pakai Masker di Luar Rumah

"Kurang lebih persiapan pelaksanaan tahapan itu satu bulan dari hari dikatakan 'oke daerah ini kita rencanakan untuk dibuka.' Bukan satu bulan dari sekarang ya catatannya, tapi satu bulan kurang lebih dari pada saat ditentukan daerah tersebut bisa dibuka," tuturnya.

Wishnutama akan melibatkan platform digital untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di era new normal. Menurut dia metode ini akan lebih efektif dalam menjaring wisatawan.

"Ke depan fokus kita memang promosi itu banyak melibatkan platform atau melalui digital intinya karena itu akan lebih efektif karena bisa lebih spesifik," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini