KKB Klaim Serang 4 Pos TNI-Polri di Nduga, Polda Papua Sebut Hoaks

Salman Mardira, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 337 2220881 kkb-klaim-serang-4-pos-tni-polri-di-nduga-polda-papua-sebut-hoaks-jR76if8nGj.jpg Ilustrasi operasi TNI-Polri (Foto iNews)

JAKARTA – Polda Papua menyatakan informasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang, merampas ribuan peluru amunisi dan menduduki empat pos darurat TNI-Polri di Kabupaten Nduga, tidak benar atau hoaks. Polisi menilai isu itu sengaja disebar melalui media sosial untuk memprovokasi.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyikapi informasi yang beredar terkait penyerangan pos darurat TNI-Polri oleh KKB di Nduga.

Baca juga: Kronologi Penyerangan Anggota Pos Polisi 99 Paniai Papua hingga Perampasan 4 Senpi

Kamal mengatakan, KKB pimpinan Egianus Kogoya terus melakukan provokasi dan menyebarkan informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua khususnya di Nduga.

“Kami tidak pernah menerima laporan dari Polres jajaran terkait kejadian tersebut. Yang terjadi yaitu penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Polres Paniai pada Jumat 15 Mei 2020,” kata Kamal melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Kamis (28/5/2020).ilustrasi

Sebelumnya Juru Bicara Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom dalam rilisnya mengatakan, pasukannya telah menyerang pos TNI-Polri di Nduga dari 18 hingga 25 Mei 2020.

Mereka mengklaim telah merampas ribuan amunisi serta alat komunikasi milik TNI-Polri dan menduduki empat pos darurat aparat keamanan.

Baca juga: Massa Keroyok Polisi di Pospol Paniai Papua, 4 Senjata Api Dirampas

Pasukan TPNPB, menurut Sebby, berhasil menduduki pos darurat yang telah ditinggalkan TNI-Polri, kemudian merampas perlengkapan militer yang tertinggal di antaranya 60 magazen peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai tiga unit yang per butir belum hitung, 16 peluru roket basoka, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah rompi antipeluru, sepatu, baju-celana, terpal dan peralatan lainnya yang belum dirinci.

Kamal menegaskan informasi penyerangan itu hoaks. Menurutnya laporan yang diterima Polda hanya penyerangan satu pos polisi yakni Paspol 99 Polres Paniai, pada Jumat 15 Mei.

Selain kejadian perampasan 3 pucuk senjata di Pospol 99, KKB juga melakukan aksinya di beberapa daerah yakni penembakan terhadap warga non karyawan di Mile 61 Area Freeport, Kabupaten Mimika pada Kamis 21 Mei 2020.

Melakukan penembakan terhadap dua petugas medis saat menjalankan tugas kemanusiaan di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, pada Jumat 22 Mei lalu. Satu di antaranya meninggal dunia. Satu lagi dirawat intensif di RSUD Nabire.

“Kami akan terus mengejar para pelaku, memang anggota kami di lapangan mengalami hambatan terkait medan yang sulit, tetapi itu bukan suatu halangan bagi TNI-Polri untuk melakukan penegakkan hukum kepada kelompok tersebut,” pungkas Kamal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini