Dugaan Bocornya 1,3 Juta Data PNS, Ini Penjelasan Kemendikbud

Pernita Hestin Untari, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 337 2220790 dugaan-bocornya-1-3-juta-data-pns-ini-penjelasan-kemendikbud-Bwu3kpnr80.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Evi Mulyani membantah adanya bocornya data 1,3 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemendikbud.

"Mencermati informasi mengenai variabel data yang dimaksud Sdr. Teguh Aprianto melalui akun twitter @secgron pada tanggal 27 Mei 2020, maka pengelola data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti) menegaskan bahwa data yang dimaksud bukan berasal dari Dapodik ataupun PD Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," kata Evy dalam pernyataan resminya, Kamis (28/5/2020).

Menurut Evy ada beberapa indikasi yang meyakinkan bahwa data yang bocor bukan merupakan data PNS Kemendikbud. Beberapa indikasinya yang pertama variabel NO_SHDK dan SHDK tidak tercatat di sebagai variabel di Dapodik dan data PD Dikti. Kemudian, variabel stat_ktp tidak ada di dalam variabel Dapodik dan data PD Dikti.

Selain itu Evy menambahkan bahwa variabel kerja tidak sesuai dengan referensi pekerjaan di Dapodik data PD Dikti data PD Dikti dan referensi jenjang pendidikan tidak sesuai dengan penamaan di Dapodik data PD Dikti.

Evy juga memastikan bahwa pengelolaan data di lingkungan Kemendikbud selalu menerapkan protokol perlindungan data pribadi yang aman sesuai dengan Permenkominfo 20 Tahun 2016.

"Pengelola data di lingkungan Kemendikbud selalu dan terus berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait untuk memastikan keamanan serta ketaatan pada aturan penggunaan data pribadi," imbuh Evy.

Sebelumnya, Akun Twitter @secgron mengungkap sebanyak 1,3 juta data PNS Kemendikbud bocor.

"Kemdikbud juga mengalami kejadian serupa, 1,3 juta data bocor. Data yang dibocorkan di antaranya adalah NIK, Nama lengkap, Tempat & tanggal lahir, Status pernikahan, Nama lengkap ibu, Nama lengkap ayah, No KK, Alamat lengkap, dll," tulis @secgron.

Kejadian peretasan data pribadi memang belakangan ini banyak terjadi, beberapa e-commerce juga mengalami peretasan, hingga data pengguna dijual di dark web.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini