KPAI Minta Pertimbangkan Lagi Rencana Sekolah Dibuka

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 28 Mei 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 337 2220677 kpai-minta-pertimbangkan-lagi-rencana-sekolah-dibuka-ThwKgEGMA3.jpg Ilustrasi pelajar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebelum pandemi virus corona dapat dikendalikan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah kembali mempertimbangkan wacana pembukaan kembali sekolah di Tahun Ajaran Baru. Pembukaan sekolah merupakan salah satu rangkaian penerapan new normal yang telah direncanakan pemerintah.

Komisioner KPAI, Jasra Putra mengatakan, dalam penerapan new normal di dunia pendidikan, tentunya pemerintah terlebih dahulu harus memastikan sejauh mana kesiapan sekolah "Sudahkah ada protokol di bidang pendidikan-pendidikan yang bisa dipahami secara baik dan aplikator," katanya kepada Okezone, Kamis (28/5/2020).

Baca Juga: Risiko Sekolah Dibuka saat Pandemi Corona Belum Berakhir

Selanjutnya, tidak hanya pemahaman protokol kesehatan, Jasra juga meminta agar pemerintah memastikan sekolah memiliki tenaga kesehatan, hal ini dilakukan karena Indonesia saat ini masih belum aman dari virus corona.

"Dukungan kesehatan itu sangat penting apakah sekolah juga memiliki tenaga-tenaga medis yang bisa dikerahkan karena kan harus ada evaluasi secara ketat terkait buka sekolah itu," tegasnya.

ilustrasi corona foto: Okezone

KPAI menyarankan karena situasi kurvanya masih terus meningkat diperlukan kehatihatian untuk membuka sekolah bagi anak-anak.

"Kita harus belajar dari kasus negara lain yang membuka perlahan lockdown-nya, misalnya Perancis dan Inggris itu kan muncul kasus-kasus terbaru walaupun mereka itu sudah melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat, misalnya soal social distancing, pakai masker, cuci tangan pakai sabun tapi tetap aja muncul kasus itu. Ini kan harus hati-hati membuka sekolah di Indonesia," tegasnya.

Jasra menilai bahwa anak-anak sangat rentan terpapar, oleh karena itu keputusan meliburkan sekolah merupakan langkah kebijakan yang tepat untuk memutus rantai penyebaran virus corona. "Jika tetap dilakukan ini kan bisa memunculkan klaster baru," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini