Rekomendasi Pembukaan Rumah Ibadah di Era New Normal Dikeluarkan Camat

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 27 Mei 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 337 2220388 rekomendasi-pembukaan-rumah-ibadah-di-era-new-normal-dikeluarkan-camat-59PZQKHaKl.jpg Menag, Fachrul Razi. (Foto: Humas Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, rekomendasi pembukaan rumah ibadah di era new normal dikeluarkan oleh camat. Namun, hanya daerah yang aman dari Covid-19 saja yang diperbolehkan membuka rumah ibadah.

"Itu hanya boleh di rumah ibadah yang relatif aman dari Covid-19 dan direkomendasi oleh camat atau bupati/wali kota, sesuai level rumah ibadah tersebut," katanya sesuai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi melalui telekonferensi, Rabu (27/5/2020).

Fachrul menjelaskan, rekomendasi pembukaan rumah ibadah dikeluarkan oleh camat, dengan pertimbangan bahwa satuan pemerintahan tersebut lebih mengetahui kondisi di tempatnya.

"Karena kalau bupati atau gubernur terlalu jauh," imbuhnya.

Fachrul menuturkan, alur pembukaan rumah ibadah diajukan oleh kepala desa. Pengajuan kepala desa itu akan dipelajari oleh forum komunikasi pimpinan tingkat kecamatan, seraya mengonsultasikannya dengan bupati/wali kota. Setelah itu, rekomendasinya akan dikeluarkan oleh camat.

Menag Fachrul Razi. (Foto: Humas Kemang RI)

"Dilihat, kalau bisa kemudian memang betul-betul tiada ancaman Covid-19 rendah, penularannya rendah, setelah ditinjau, oke camat mengeluarkan izin dengan sebelum-sebelumnya konsultasi dulu kepada bupati," jelasnya.

Baca juga: Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Masyarakat Tetap Sholat di Rumah

"Kenapa? Yang tahu tentang status new normal secara keseluruhan utamanya R0 atau Rt, ya tingkat kabupaten ke atas, sehingga pada saat pengajuan dari kepala desa, dipelajari oleh forum komunikasi pimpinan tingkat kecamatan, dikonsultasikan dengan kabupaten kemudian mereka mengeluarkan izinnya," sambung Fachrul.

Lebih lanjut dia mengatakan, izin pembukaan rumah ibadah akan direvisi setiap bulan. Jumlahnya bisa bertambah atau berkurang. Jika ternyata setelah mendapat izin penularan coronanya meningkat, maka izin tersebut akan dicabut.

"Jadi betul-betul kita buat sangat fair sekali. Jadi kalau memang tidak memenuhi syarat, ya sudah tidak diperbolehkan, memenuhi syarat lihat pada batas-batas tertentu. Kalau memang kemudian berkembang baik, lanjut, kalau berkembang peningkatan penularannya semakin tinggi, dicabut kembali," tuturnya.

Kementerian Agama akan menggelar rapat khusus untuk menyusun pedoman pembukaan rumah ibadah di era new normal, besok Kamis 27 Mei 2020 pagi.

"Mudah-mudah dalam Minggu ini sudah bisa kami terbitkan. Tentu saja di dalamnya kami buat banyak poin-poin tentang protokol kesehatan. Rencana kami dalam Minggu ini sudah akan kami terbitkan tentang revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal baru," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini