Suhu Udara Capai 36 Celcius, BMKG Imbau Masyarakat Tak Panik

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 26 Mei 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 337 2219802 suhu-udara-capai-36-celcius-bmkg-imbau-masyarakat-tak-panik-Ft70CL6AQI.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengimbau masyarakat untuk tidak panik lantaran suhu udara yang berlangsung panas dan gerah. Pasalnya, iklim panas seperti ini merupakan hal biasa dalam musim kemarau.

BMKG mencatat suhu udara pada musim panas ini mencapai 36°C yang berlangsung di Sentani, Papua.

"Tetapi tetap perlu menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit. Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan, termasuk memakai tabir surya. Sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih dan lebih banyak berdiam di rumah pada saat pemberlakuan PSBB," ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020).

Herizal mengatakan, suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi. Sehingga, kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara.

"Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut, dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah," ujarnya.

 Cuaca Panas

Saat ini, laporan pencatatan meteorologis suhu maksimum udara (umumnya terjadi pada siang atau tengah hari) di Indonesia dalam 5 hari terakhir ini berada dalam kisaran 34-36°C. Beberapa kali suhu udara >36°C tercatat terjadi di Sentani, Papua.

Sedangkan di Jabodetabek, pantauan suhu maksimum tertinggi terjadi di Soekarno/Hatta 35°C, Kemayoran 35°C, Tanjung Priok 34,8°C, dan Ciputat 34,7°C. Kemudian, di Tanjung Perak suhu udara terukur 35°C.

Wilayah perkotaan terutama di kota besar umumnya memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan bukan wilayah perkotaan. Sementara itu catatan kelembapan udara menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kisaran >80%-100%, yang termasuk berkelembapan tinggi.

Herizal menerangkan, fenomena udara gerah sebenarnya adalah fenomena biasa pada saat memasuki musim kemarau. Untuk Jabodetabek, periode April-Mei adalah bulan-bulan di mana suhu udara secara statistik berdasarkan data historis memang cukup tinggi, selain periode Oktober-November.

"Pada musim kemarau suhu udara maksimum di Jakarta umumnya berada pada rentang 32-36°C. Udara panas gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan, karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari," tutur dia.

Perkembangan musim kemarau hingga Pertengahan Mei 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 35% wilayah Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau, di antaranya sebagian besar wilayah di NTT dan NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, sebagian Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, dan sebagian daerah Papua dan Maluku.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini