KPU Bantah Data Pemilih Diretas

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 26 Mei 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 337 2219723 kpu-bantah-data-pemilih-diretas-beiTWHMAvX.jpg Komisioner KPU RI Pramono Ubaid. (Foto : Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah data pemilih bocor di media sosial (medsos), sebagaimana di-posting akun Twitter @underthebreach.

Akun tersebut mem-posting data pemilih sebanyak 200 juta dengan menunjukkan contoh tampilan DPT Pemilu 2014 di Yogyakarta.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, memastikan tidak terjadi kebocoran atau peretasan terhadap data DPT Pemilu 2014 yang berada dalam penguasaan KPU. Saat ini, lanjut dia, kondisi data DPT Pemilu 2014 di KPU RI dalam keadaan baik dan aman.

"Data yang ditampilkan pada akun Twitter tersebut adalah data lama (November 2013) dengan format PDF dan format ini sama dengan yang KPU berikan kepada pihak eksternal (stakeholder)," ujar Pramono saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (26/5/2020).

Ilustrasi. (Ist)

Ia menjelaskan, pemberian data tersebut dilakukan dengan berita acara dan menandatangani surat pernyataan resmi. Surat pernyataan tersebut menyatakan data DPT adalah rahasia dan hanya untuk kepentingan Pemilu.

"KPU berkomitmen melindungi data pribadi sebagaimana tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum," tuturnya.

Ia menegaskan, KPU tidak pernah memberikan data secara utuh kepada pihak eksternal selama penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.


Baca Juga : Website PN Kepanjen Diretas Terkait Dakwaan Pelajar yang Membunuh Pelaku Begal

"Data diberikan dengan mengganti beberapa digit NIK dan NKK dengan tanda bintang," tuturnya.


Baca Juga : Jokowi Lantik I Dewa Kade Gantikan Wahyu Setiawan di KPU

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini