Sampah Plastik Meningkat di Jabodetabek Selama PSBB dan WFH

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 25 Mei 2020 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 25 337 2219143 sampah-plastik-meningkat-di-jabodetabek-selama-psbb-dan-wfh-QwnuC6qMpF.jpg Sampah plastik dimasukkan ke kontainer di Jakarta (Okezone.com/Arif)

JAKARTA – Volume sampah plastik di Jabodetabek meningkat selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menekan penyebaran Covid-19, menyusul banyak masyarakat berbelanja online dan menggunakan layanan pesan antar atau delivery.

Hal itu diketahui dari hasil survei dilakukan Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Survei untuk melihat dampak PSBB dan WFH atau kerja dari rumah terhadap sampah plastik di Jabodetabek dilakukan melalui online pada 20 April-5 Mei 2020.

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas warga Jabodetabek melakukan belanja online yang cenderung meningkat. Dari yang sebelumnya hanya 1 hingga 5 kali dalam satu bulan, menjadi 1 hingga 10 kali selama PSBB dan WFH.

Begitu pula dengan penggunaan layanan delivery makanan lewat jasa transportasi online. Padahal, 96% paket dibungkus dengan plastik yang tebal dan ditambah dengan bubble wrap. Selotip, bungkus plastik, dan bubble wrap merupakan pembungkus berbahan plastik yang paling sering ditemukan.Ilustrasi

Bahkan di Jabodetabek, jumlah sampah plastik dari bungkus paket mengungguli jumlah sampah plastik dari kemasan yang dibeli.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 60% responden menilai bahwa penggunaan bungkus plastik tidak mengurangi risiko terpapar Covid-19. Hal ini sesuai dengan penelitian bahwa virus COVID-19 dapat bertahan di permukaan plastik selama tiga hari, lebih lama disbanding permukaan lain seperti kardus atau stainless steel.

Data survei LIPI juga mengungkap tingkat kesadaran warga yang tinggi terhadap isu sampah plastik. Namun, kesadaran masyarakat belum dibarengi dengan aksi nyata.

“Hanya separuh dari warga yang memilah sampah untuk didaur ulang. Hal ini berpotensi meningkatkan sampah plastik dan menambah beban tempat pembuangan akhir selama PSBB/WFH,” ujar peneliti Pusat Penelitian Oseonografi LIPI, Intan Suci Nurhati seperti dikutip Okezone dari website resmi LIPI, Senin (25/5/2020).

Virus corona

Intan mengajak setiap individu untuk melakukan aksi nyata dalam mengurangi sampah plastik selama PSBB/WFH. Beberapa cara tersebut antara lain. Mendukung penjual dan produk tanpa pembungkus plastik, meminta penjual untuk mengurangi pembungkus plastik, membeli barang dalam kemasan besar atau satukan bermacam daftar belanjaan dalam satu pembelian.

Kemudian memanfaatkan kembali pembungkus plastik setelah dibersihkan, pilah sampah plastik untuk daur ulang, membeli barang dari lokasi yang lebih dekat dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. “Mari kita bersama-sama mengurangi sampah plastik dalam berbelanja online,” kata Intan.

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini