nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Perempuan Pemalang di Jerman Tak Bisa Berlebaran Bareng Keluarga

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 05:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 24 337 2218759 cerita-perempuan-pemalang-di-jerman-tak-bisa-mudik-karena-covid-19-4dRS6CgKHz.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 dirasakan sekali oleh warga Indonesia di luar negeri. Mereka tak bisa pulang untuk merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah bersama keluarganya.

Lina (25), perempuan asal Pemalang, Jawa Tengah yang kini berada di Jerman menurutkan betapa kangennya dia dengan keluarganya, tapi wabah corona menghalanginya kembali.

Lina harus menjalani isolasi mandiri di Frankfurt, Jerman karena baru di Jerman pada pertengahan Mei 2020.

"Aku isolasi mandiri di dalam kamar, dan kemarin aku juga sudah tes Covid-19, hepatitis, dan HIV. Ada dokter yang dateng ke sini. Semoga aku negatif," kata Lina melalui telepon kepada Okezone, Minggu (24/5/2020).

Lina datang ke Jerman untuk mendalami bahasa kebangsaan itu, tapi apesnya sulit kembali ke Tanah Air.

Lina menuturkan perjuangannya terbang ke Jerman tidak mudah karena sejumlah negara membatasi masuk orang asing akibat Covid-19. Penerbangannya sempat ditolak oleh salah satu maskapai internasional asal Dubai.

Lina pun tidak menyerah, ia kemudian mendapatkan tiket dari maskapai penerbangan asal Qatar. Ia juga sempat mengalami kesulitan, namun akhirnya dapat terbang kembali ke Jerman.

Sampai di Jerman, Lina harus menjalani isolasi mandiri sekitar dua pekan dan dia tetap berpuasa. Puasa di Jerman sampai 18,5 jam karena waktu keluar hingga terbenam matahari di negara itu lebih lama ketimbang Indonesia.

"Yang berat di sini itu puasanya imsak itu jam 3 kurang tapi buka puasa setengah malem, hampir 18,5 jam. Hawanya di sini juga dingin banget karena kan di rumah (Indonesia) biasanya panas. Suhunya di sini sampai 2 derajat," imbuh Lina.

Lebaran kali ini juga pertama kalinya Lina harus terpisah jarak yang sangat jauh dari keluarga. Untuk merayakan lebaran, ia berencana untuk melakukan sholat Idul Fitri di rumah dan melakukan video call bersama keluarga.

Awalnya Lina berencana ingin berkunjung ke Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk salat Idul Fitri bersama WNI lainnya dan melepas rindu makanan Indonesia. Namun sayang karena pandemi KJRI tidak mengadakan sholat Idul Fitri bersama dan Halal Bi Halal.

"Idul Fitri ini pertama kalinya jauh, dalam keadaan ini pun euforia lebaran di kampung pasti juga gak akan seheboh biasanya. Tapi ya sedih juga kali ini KJRI juga enggak mengadakan sholat Idul Fitri dan enggak bisa makan masakan indo. Mudah-mudahan pas Idul Adha nanti bisa" kata Lina.

Ia berharap agar pandemi virus corona cepat selasa dan semua dapat beraktifitas kembali dengan normal. (sal)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini