nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imam Masjid Istiqlal Sebut Mudik saat Covid-19 Tambah Beban Moral Orangtua

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 13:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 23 337 2218530 imam-masjid-istiqlal-sebut-mudik-saat-covid-19-tambah-beban-moral-orangtua-TT2MKf7kDk.jpg Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. (Foto : BNPB)

JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengungkapkan, aktivitas mudik saat pandemi virus corona (Covid-19) justru hanya akan menambah beban moral bagi orangtua yang ada di kampung halaman.

Menurut Nasaruddin, beban moral tersebut dapat tercipta lantaran pada pemudik saat pandemi corona saat ini lebih berpotensi tertular. Karenanya, hal itu yang bisa menyebabkan kekhawatiran bagi tetangga dan kerabat orangtua di rumah atau kampung.

"Kalau kita mudik sekarang, kasihan (orang tua), memberikan beban moral terhadap orangtua kita. Banyak pengalaman yang kita terima dari kampung. Akhirnya orangtuanya dikucilkan gara-gara (menerima) tamunya, anaknya dari Jakarta, misalnya," kata Nasaruddin dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Dalam hal ini, kehadiran pemudik dari kota besar seperti Jakarta akan membuat tetangga orangtua di kampung menjadi takut tertular virus corona. Mengingat, aktivitas mudik sangat berpotensi membuat seseorang menjadi pembawa virus, meski tanpa gejala atau tidak menunjukkan sakit, kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Langgar Larangan Mudik Akan Dikenakan Denda Rp100 Juta

"Ini gara-gara tetangga kita membawa tamu dari kota. Ini kita waswas. Jadi kita mungkin pulang kembali kota, orangtua kita masih dikucilkan tetangga. Jadi kalau kita mudik sekarang, itu sangat membebani orangtua kita di sana (di kampung)," ujar Nasaruddin.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan tetap di rumah saja sehingga tidak membebani orangtua di kampung halaman.

"Sudah mereka hidup rukun, tapi kehadiran kita malah justru membuat orangtua kita itu nanti dikucilkan. Kita sudah kembali ke Jakarta, orangtua kita dikucilkan. Apalagi kalau misalnya ada yang sakit di tempat itu. Jangan-jangan dikutuk, dilaknat orangtua kita. Jadi bukan membawa kebahagiaan, tapi seperti membawa malapetaka," tuturnya.

Nasaruddin berharap masyarakat tetap sabar menunggu hingga keadaan menjadi lebih baik. Tentunya dia juga meminta masyarakat agar berdoa dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan, sehingga berakhirnya bulan suci Ramadhan memberi keberkahan bagi umat Islam.

Baca Juga : Imam Besar Istiqlal: Jangan Paksakan Kehendak untuk Takbiran dan Sholat Id saat Covid-19

"Ramadhan berarti menghanguskan (sesuatu yang buruk), semoga kepergian bulan Ramadhan juga menggulung habis virus corona ini. Siapa tahu ada keajaiban atas doa yang kita panjatkan," tutur Nasaruddin.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini