nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 23 Mei: Kerusuhan Jumat Kelabu di Banjarmasin

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 07:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 23 337 2218347 peristiwa-23-mei-kerusuhan-jumat-kelabu-di-banjarmasin-JmZCYVbZW3.jpg ilustrasi

JAKARTA – Berbagai peristiwa pada 23 Mei. Dari yang kisah sukacita hingga yang berakhir kelabu. Salah satu contohnya, yaitu kejadian kerusuhan yang terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 1997 silam.

Okezone merangkum beberapa peristiwa yang terjadi pada 23 Mei, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, pada Sabtu (23/5/2020) :=

1430 - Jeanne d'Arc ditangkap oleh tentara Burgundi ketika mempertahankan kota Compiègne.

Dia adalah pahlawan negara Prancis dan orang suci dalam agama Katolik. Di Prancis ia dijuluki La Pucelle yang berarti "sang dara" atau "sang perawan". Ia mengaku mendapat suatu pencerahan, yang dipercayainya berasal dari Tuhan, dan menggunakannya untuk membangkitkan semangat pasukan Charles VII untuk merebut kembali bekas wilayah kekuasaan mereka yang dikuasai Inggris dan Burgundi pada masa Perang Seratus Tahun.

1568 - Belanda merdeka dari Spanyol.

Di bawah pemerintahan Karel V, kaisar Romawi Suci, dan raja Spanyol, kawasan Belanda merupakan salah satu dari 17 daerah Belanda, yaitu daerah yang meliputi sebagian besar kawasan yang dikenal hari ini sebagai Belgia, Luxemburg, dan Utara Prancis. Selepas mendapat kemerdekaan dari Phillip II (anak lelaki Karel V) pada 1648, Belanda menjadi sebuah negara republik yang dinamakan Republik Tujuh Provinsi (Republiek der Zeven Provinciën).

Republik ini menjadi penguasa ekonomi, dan penjelajah laut yang mahir pada abad ke 17. Zaman ini dikenal sebagai Zaman Keemasan Belanda. Antara perusahaan-perusahaan internasional yang berawal di sini termasuk VOC.

1934 - Duo perampok bank Amerika Serikat, Bonnie dan Clyde, disergap polisi dan ditembak mati di Black Lane, Louisiana.

1968 - Kenaikan Yesus Kristus menjadi hari libur nasional untuk yang pertama kalinya.

1997 - Kerusuhan Jumat Kelabu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kerusuhan Banjarmasin terjadi pada tanggal 23 Mei 1997. Saat itu Banjarmasin dilanda kerusuhan massal, menyusul kampanye Golkar pada hari terakhir putaran kampanye PPP menjelang pemilu 1997. Dilihat dari skala kerusuhan dan jumlah korban serta kerugiannya, peristiwa yang kemudian disebut sebagai Jumat Membara atau Jumat Kelabu itu termasuk salah satu yang terbesar dalam sejarah Orde Baru.

Namun, akibat ketertutupan pemerintah, tidak ada laporan yang akurasinya bisa dipercaya penuh mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan pada waktu itu. Dibandingkan dengan skalanya, berita-berita pers sangat terbatas dan tidak sebanding.

Tanggal 23 Mei 1997 kebetulan jatuh pada hari Jumat. Pada hari itu berlangsung putaran terakhir masa kampanye Pemilu 1997, yang secara kebetulan merupakan hari kampanye Golkar. Menurut rencana semula, setengah hari kampanye diawali dengan kampanye simpatik berupa pendekatan kepada kalangan bawah dengan target operasi buruh, pengojek, dan tukang becak.

Kemudian, setengah hari berikutnya, usai ibadah Jumat, kampanye akan dilanjutkan dengan panggung hiburan rakyat di lapangan Kamboja. Pada acara tersebut akan hadir Menteri Sekretaris Kabinet (Mensekkab) Saadilah Mursjid, Ketua MUI KH Hasan Basri, dan artis-artis ibu kota. Rencana itu tidak pernah terwujud, karena yang terjadi kemudian adalah malapetaka berupa kerusuhan massal.

1997 - Mohammad Khatami terpilih sebagai Presiden Iran.

Dia adalah intelektual, filosof, dan politikus Iran. Ia tampil keempat sebagai Presiden Iran pada periode 2 Agustus 1997 - 2 Agustus 2005 dan digantikan Mahmoud Ahmadinejad. Selama masa jabatannya, ia juga menjabat sebagai anggota Expediency Council.

Khatami diangkat sebagai presiden pada 23 Mei 1997 dan kembali terpilih pada 8 Juni 2001 untuk yang kedua kalinya. Sebagian besar kaum wanita dan pemuda Iran memilih Khatami karena janjinya untuk meningkatkan status wanita dan tanggap akan permintaan generasi muda Iran.

Khatami dianggap sebagai presiden reformis pertama di Iran karena kampanyenya memfokuskan pada penegakan hukum, demokrasi dan pencakupan seluruh rakyat Iran dalam proses perencanaan politik. Namun asas pemerintahannya acap kali bertentangan dengan kelompok garis keras dan konsevatif Islamis di dalam pemerintah Iran, yang menguasai organisasi pemerintahan utama seperti Dewan Perlindungan (Guardian Council) yang anggotanya dipilih oleh Pemimpin Agung.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini