nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Berobat di RSPAD, Mantan Menkes Siti Kembali Dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 21:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 337 2218275 usai-berobat-di-rspad-mantan-menkes-siti-kembali-dijebloskan-ke-rutan-pondok-bambu-8RTFmR9QHH.jpg Mantan Menkes Siti Fadillah Supari

JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah kembali dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Diketahui, sebelumnya Siti pada Rabu 20 Mei masuk berobat ke RSPAD Gatot Soebroto dengan tujuan berobat terkait penyakit asma yang di deritanya.

Kuasa Hukum Siti, Achmad Cholidin menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut. "Informasi yang kami terima sudah 50 orang lebih terjangkit dan positif Covid 19, dan bahkan sehari setelah nya dilakukan tes swab untuk para PDP dan hasilnya positif Covid 19," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2020).

Ia menyebut, Rutan Pondok Bambu itu merupakan zona merah penyebaran Covid-19, bahkan kapasitas rutan pondok bambu sudah over kapasitas.

"Dengan kondisi seperti ini sudah dipastikan penyebaran Covid-19 akan sangat cepat dan pihak rutan sudah memulangkan para tahanan yang usianya lebih dari 60 tahun untuk sementara dipindahkan," katanya.

Namun pada hari ini 22 Mei 2020 pihak Rutan membawa kembali Siti Lapas. Ia menilai hal tersebut seperti terburu-buru.

"Setelah kami cek alasan pihak Rutan membawa ibu kembali ke rutan karena ada surat dari pihak rumah sakit RSPAD menyatakan bahwa Siti Fadilah Supari sudah sembuh dan bisa di bawa pulang dan kemudian oleh pihak Rutan pondok bambu membawa segera ibu kembali pulang ke dengan tergesa-gesa," kata dia.

Ia berharap, Kakanwil Kumham DKI Jakarta, Dirjen PAS, Pak Mentri Hukum dan Ham, Komisi III DPR, Komnas Ham untuk dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kliennya.

"Apakah ada jaminan dari pihak rutan pondok bambu bahwa ibu tidak akan terkena Covid-19 di dalam zona merah. Kami mohon doanya agar ibu tetap sehat dan dapat menyeruakan kebenaran untuk kepentingan bangsa dan negara NKRI yang kita cintai," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini