nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Lebaran, Pasar di Sejumlah Daerah Ramai Pengunjung

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 20:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 337 2218251 jelang-lebaran-pasar-di-sejumlah-daerah-ramai-pengunjung-G5fAffGMcK.jpg PKL di Pasar Tanah Abang. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)

JAKARTA – Menjelang Lebaran beberapa pasar di sejumlah daerah di Indonesia tampak ramai. Para pedagang dan pembeli tetap diimbau untuk tertib dan menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi penularan virus corona (Covid-19).

Namun, masih ada beberapa pedagang pasar yang masih belum disiplin dan tidak menerapkan kebijakan physical distancing serta memakai masker. Seperti yang terpantau di Pasar Lumajang. Wakil Bupati Lumajang Indah bahkan mengancam menutup pasar jika pedagang di pasar Lumajang tidak tertib.

"Kalau belum mematuhi akan ditutup kalau, tidak tertib pakai masker jaga jarak," kata Indah seperti dipantau dari tayangan iNews, Jumat (22/5/2020).

Di sisi lain, pedagang di Tanah Abang terlihat melawan petugas karena memaksa membuka toko selama dua hari jelang lebaran. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 4 Juni 2020. Para pedagang mengungkapkan, bantuan dari pemerintah tidak memenuhi kebutuhannya sehingga mereka ingin membuka toko jelang Lebaran.

Nekat Berjualan saat Pandemi Corona, Satpol PP Tertibkan Pedagang Pasar Tanah Abang

Kasus lainnya di Pasar Klender, Jakarta, terdapat dua pedagang yang terinfeksi positif Covid-19. Menurut pantauan inews, baik pedagang dan pembeli di Pasar Klender masih belum tertib dan tidak menggunakan masker. Akibatnya puluhan pedagang harus menjalani rapid test virus corona. Petugas kesehatan juga turun langsung untuk memeriksa pedagang di pasar tersebut karena beberapa di antaranya belum koorperatif untuk melakukan tes virus corona.

Dokter Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Nurmalia mengatakan baru ada 15 orang yang melakukan tes.

"Masih banyak pedagang yang belum korporetai untuk menjalani pemeriksaan," kata dia.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini