nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag: Hilal di Bawah Ufuk Berkisar dari minus 5,29 hingga 3,96 derajat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 19:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 337 2218229 menag-hilal-di-bawah-ufuk-berkisar-dari-minus-5-29-hingga-3-96-derajat-2IrDvycvVu.jpg Menteri Agama, Fachrul Razi (foto: Dok Kemenag RI)

JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah/2020 Masehi, jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Hal itu berdasarkan pantauan hilal di sejumlah lokasi.

"Tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Dengan posisi demikian, maka hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat," kata Menag Fachrul saat sidang isbat di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Hal ini tersebut, kata Menag Fachrul, terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 80 titik di Indonesia.

"Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, terdiri dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 80 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," sambungnya.

 Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 Hijriah pada 24 Mei 2020

Oleh karena itu, sidang isbat menyepakati untuk menyempurnakan bulan Ramadan menjadi 30 hari, sehingga tanggal 1 Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sidang Isbat Awal Syawal 1441 Hijriah hanya dihadiri secara fisik oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini