nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1441 Hijriah Teramati di Wilayah Indonesia

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 18:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 337 2218190 tidak-ada-referensi-hilal-awal-syawal-1441-hijriah-teramati-di-wilayah-indonesia-D0RuLVvTDG.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya mengatakan, bahwa hingga hari ini (22/5/2020) atau 29 Ramadan, ketinggian hilal belum mencapai kesepakatan MABIMS.

Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1441H/2020M pada Sidang Isbat Awal Syawal 1441H, di Kementrian Agama, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

“Pada hari Jumat tanggal 22 Mei atau 29 ramadan ini belum memenuhi kriteria kesepakatan menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia Singapore. Bahwa tinggi hilal minimal 2 derajat sampai 3 derajat. Kemudian umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima'," kata Cecep.

Karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.

“Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1441H pada Jumat ini teramati di seluruh Indonesia,” papar Cecep.

Cecep menuturkan, Kementerian Agama melalui Tim Falakiyah melakukan pengamatan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.

“Ini adalah refrensi tapi kita tetap menunggu menunggu dari lokasi setidakya ada 80 lokasi,” tuturnya. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini