Kasus OTT THR Kemendikbud Dilimpahkan ke Polri

Fadel Prayoga, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 00:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 337 2217711 kasus-ott-thr-kemendikbud-dilimpahkan-ke-polri-M5qHsB3StH.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - KPK menangkap tangan pejabat Kabag Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dwi Achmad Noor di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dwi diduga meminta Tunjangan Hari Raya (THR) ke Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM.

PLT Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengungkapkan, pihaknya menyerahkan kasus ini ke Polri karena belum ditemukannya unsur pelanggaran penyelenggara negara.

“Bahwa setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara sehingga selanjutnya dengan mengingat kewenangan, tugas pokok dan fungsi KPK maka KPK melalui unit koordinasi dan supervisi penindakan menyerahkan kasus tersebut kepada Kepolisian RI untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” kata dia.

KPK sendiri, jelas Ali, langsung meminta keterangan beberapa orang terkait, yakni Rektor UNJ, Komarudin; Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Sofia Hartati; Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud; Tatik Supartiah; Karo SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti; Staf SDM Kemendikbud, Dinar Suliya; Staf SDM Kemendikbud, Parjono.

Diketahui, Perbuatan Dwi terendus saat akan menyerahkan uang permintaan tunjangan hari raya (THR) dari Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM.

“Tim KPK bersama dengan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) menindaklanjuti informasi dan kemudian diamankan Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ) beserta barang bukti berupa uang sebesar USD 1.200 dan Rp 27.500.000,” kata Ali.

Ia menjelaskan, awalnya, Rektor UNJ, Komarudin, diduga meminta sejumlah uang kepada seluruh dekan fakultas dan lembaga di UNJ untuk masing-masing menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta melalui Dwi. Uang itu akan diberikan sebagai bentuk THR kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

“Pada tanggal 19 Mei 2020 terkumpul uang sebesar Rp55 juta dari 8 Fakultas, 2 Lembaga Penelitian dan Pascasarjana. Pada tanggal 20 Mei 2020 Dwi Achmad Noor membawa uang Rp37.000.000 ke kantor Kemendikbud selanjutnya diserahkan kepada Karo SDM Kemendikbud sebesar Rp 5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp2,5 juta serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud) masing-masing sebesar Rp 1 juta,” ujarnya.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini