Ini Faktor Pemicu Rekor Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 21 Mei 2020 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 337 2217453 ini-faktor-pemicu-rekor-penambahan-kasus-baru-positif-corona-ri-DrOpKH65Uq.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA โ€“ Penambahan 693 pasien positif Covid-19 di Indonesia yang terkonfirmasi, Rabu kemarin, adalah angka tertinggi sejak virus corona mewabah di Tanah Air. Kenapa penambahan orang positif corona makin tinggi, sementara sejumlah daerah sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)?

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono menilai, lonjakan 693 pasien corona tersebut dipengaruhi semakin banyaknya kapasitas test PCR untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di masyarakat.

"Lebih banyak dipengaruhi oleh kapasitas testing (corona)," kata Pandu saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (21/5/2020).

Artinya semakin bagus kapasitas dan fasilitas tes uji swab, maka akan semakin banyak hasil yang diketahui. Dengan begitu, maka jumlah pasien corona secara angka ikut melonjak dan lebih mudah dilakukan penanganan.

Pandu mengimbau masyarakat untuk menghindari silaturahmi fisik saat momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Pasalnya, kontak fisik berpotensi memaparkan corona kepada orang lain.

"Dianjurkan tidak bersilaturahmi fisik kan?" imbuhnya.

ย Ilustrasi

Ia pun mendorong masyarakat untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berbasis komunitas. Menurut dia, langkah tersebut mampu mencegah penyebaran corona yang saat ini masih berlangsung secara fluktuatif.

"Mendorong masyarakat untuk mengambil alih tanggung jawab dengan pembatasan sosial berbasis komunitas," tandasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, rantai penularan virus corona atau Covid-19 terus terjadi, hingga saat ini pasien positif bertambah menjadi 693 orang.

"Dari jumlah spesimen yang kita lakukan pemeriksaan, konfirmasi positif Covid-19 meningkat menjadi 693 orang yang terinfeksi, menjadi totalnya 19.189," kata Yuri.

Sementara itu, untuk pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 108 menjadi 4.575 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia bertambah 21 menjadi 1.242

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini