Kronologi Pengungkapan Kasus TPPO ABK WNI di Kapal Lu Qing Yuan Yu

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 20 Mei 2020 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 20 337 2217265 2-abk-wni-yang-dilarung-di-perairan-somalia-belum-ditemukan-l1Qc4Apj15.jpg Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo (Foto: Okezone/Puteranegara)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pelarungan jenazah anak buah kapal (ABK) WNI di perairan Somalia.

Kedua tersangka itu adalah Komisaris PT Mandiri Tunggal Bahari, Sustriyono dan Direktur PT Mandiri Tunggal Bahari, Muhamad Hoji. Mereka diduga telah melakukan perekrutan kepada WNI untuk diperkerjakan sebagai ABK.

"Secara keseluruhan PT Mandiri Tunggal Bahari, telah merekrut dan menempatkan ABK sebanyak 231 orang," Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2020).

Pengungkapan kasus TPPO ini dimulai pada Sabtu 16 Mei 2020. Pelapor mendapatkan informasi PT Mandiri Tunggal Bahari yang beralamatkan di Perum Graha Lumintu No B-15, Kalidawa kecamatan Talang, Kabupaten Tegal telah memberangkatkan TKI ke luar wilayah Indonesia.

Dari hal tersebut kemudian pelapor bersama-sama saksi 1 dan 2 melakukan pengecekan ke lokasi Kantor PT Mandiri Tunggal Bahari. Namun, setelah sampai kantor PT tersebut ternyata pada pintu kantor terdapat tulisan sudah tutup pada 14 Mei 2020.

Kemudian, hasil penyelidikan bahwa sesuai dengan Akte pendirian PT Mandiri Tunggal Bahari bergerak di bidang penyelesaian dan penempatan tenaga kerja ABK ke luar negeri.

Lalu, sejak Desember 2018 sampai sekarang telah melakukan perekrutan dan penempatan ABK sejumlah 231 orang di Kapal Ikan Asing berbendera Cina melalui kerjasama dengan agency PT Xianggang Xinhai Shipping Co, Ltd.

Selanjutnya, pada 29 Oktober 2019 PT Mandiri Tunggal Bahari pernah memberangkatkan ABK atas nama Herdianto untuk bekerja di Kapal Ikan FV Lu Qing Yuan Yu 623. Pada 16 Januari 2020 Herdianto meninggal dunia karena sakit dan jenazahnya di larung ke lautan lepas.

Kemudian, pada 30 September 2019 PT MTB memberangkatkan ABK atas nama Taufik Ubaidilah untuk bekerja di Kapal FV Fu Yuan Yu 1218 melalui agency agency Xianggang Xinhai Shipping Co, Ltd.

Pada 23 November 2019, Taufik Ubaidiilah meninggal dunia karena kecelakaan kerja jatuh dari palkah kemudian jenazahnya dilarung ke lautan lepas, sedangkan enam ABK lompat dari Kapal Fu Yuan Yu 1218.

Dari hasil perekrutan dan penempatan ABK tersebut PT MTB menerima Fee dari Agency PT Xianggang Xinhai Shipping Co, Ltd, sebesar 35 USD per bulan atau per ABK selama mereka bekerja dan diterimakan melalui rekening Bank.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini