Ini Modus Tersangka Penyalur ABK Indonesia yang Diperbudak di Kapal China

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 20 Mei 2020 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 20 337 2217217 ini-modus-tersangka-penyalur-abk-indonesia-yang-diperbudak-di-kapal-china-PkAglKSQoO.jpg Konferensi pers di Mabes Polri (Istimewa)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka terlibat penyaluran Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang diduga diperbudak saat bekerja di kapal milik perusahaan China.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkapkan bahwa modus dari ketiga tersangka antara lain menjanjikan gaji yang memumpuni kepada para WNI tersebut untuk bekerja sebagai ABK di kapal China.

 Baca juga: Polri Tangkap 3 Tersangka Penyalur ABK WNI Kapal China

"Dijanjikan bekerja sebagai ABK kapal dengan gaji sebesar USD300 hingga USD400," kata Ferdy dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2020).

Ketiga tersangka yang berperan sebagai penyalur itu adalah, William Gozaly, Joni Kasiyanto dan Ki Agus Muhammad Firdaus. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ferdy menambahkan, para WNI itu juga dijanjikan bekerja selama 18 jam maksimal. Mereka juga awalnya dibohongi oleh para tersangka untuk menjadi ABK di kapal Korea. "Dijanjikan bekerja sebagai ABK secara legal," ujar Ferdy.

 Ilustrasi

Sebagaimana diberitakan, ke-14 ABK WNI yang pulang ke Tanah Air, pada Jumat 8 Mei 2020. Mereka adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selama berada di Busan, para ABK WNI menjalani karantina selama 14 hari dan dimintai keterangan mengenai kondisi mereka saat bekerja di kapal Long Xin 629 oleh aparat penegak hukum Korea Selatan untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini