Polri Tangkap 3 Tersangka Penyalur ABK WNI Kapal China

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 20 Mei 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 20 337 2217200 polri-tangkap-3-tersangka-penyalur-abk-wni-kapal-china-UvgPDW8Wgc.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri, menangkap tiga orang tersangka yang berperan sebagai penyalur Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga diperbudak saat bekerja di kapal China.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan, ketiga tersangka yang ditangkap itu adalah, William Gozaly, Joni Kasiyanto dan Ki Agus Muhammad Firdaus.

"Penangkapan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2020," kata Ferdy dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2020).

Ferdy mengungkapkan bahwa, untuk tersangka William Gozaly berperan sebagai melakukan pendaftaran para ABK, memproses keberangkatan dan melaporkan proses perekrutan.

 Baca juga: Potret Perbudakan di Kapal dan Lemahnya Pengawasan Agen Penyalur ABK

Kemudian, tersangka Ki Agus Muhammad Firdaus berperan sebagai mengirim ABK untuk mengikuti pelatihan dasar dan menjelaskan soal maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama laut (PKL) atau kontrak kerja.

Lalu, Joni Kasiyanto bertuga sebagai perekrut ABK, menyiapkan tempat penampung dan memberangkatkan ABK ke Busan, Korea Selatan.

"Dijanjikan bekerja sebagai ABK Kapal dengan gaji sebesar 300 hingga 400 USD," tutur Ferdy.

 Baca juga: Cerita ABK WNI Melompat ke Laut Selamatkan Diri dari Perbudakan di Kapal China

Sebagaimana diberitakan, ke-14 ABK WNI yang pulang ke Tanah Air, pada Jumat 8 Mei 2020. Mereka adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selama berada di Busan, para ABK WNI menjalani karantina selama 14 hari dan dimintai keterangan mengenai kondisi mereka saat bekerja di kapal Long Xin 629 oleh aparat penegak hukum Korea Selatan untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini