Kasus Suap Proyek Masjid, Bupati Solok Selatan Segera Disidang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 20:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 337 2216679 kasus-suap-proyek-masjid-bupati-solok-selatan-segera-disidang-Q2yK9hdAo4.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan Bupati nonaktif Solok Selatan, Muzni Zakaria. Muzni bakal segera disidang atas kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan proyek Jembatan Ambayan.

KPK melimpahkan berkas penyidikan, barang bukti, serta tersangka Muzni ke tahap penuntutan pada hari ini. Rencananya, persidangan terhadap Muzni akan digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Padang.

"Persidangan diagendakan berlangsung di PN Tipikor Padang," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (19/5/2020).

Jaksa penuntut umum pada KPK mempunyai waktu waktu 14 hari kerja untuk merampungkan surat dakwaan terhadap Muzni sebelum nantinya dilimpahkan ke pengadilan. Sejauh ini, sudah ada 42 saksi yang diperiksa untuk penyidikan Muzni.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria dan pemilik Dempo Grup atau PT Dempo Bangun Bersama, Muhammad Yamin Kahar (MYK) sebagai tersangka. Keduanya dijerat kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Dinas PU Pemkab Solok Selatan tahun 2018.

Baca Juga : Ledakan di Pakistan Renggut 6 Nyawa Tentara

Muzni diduga menerima suap dari M Yamin Kahar terkait pembangunan Mesjid Agung Solok Selatan dengan nilai anggaran Rp53.849.887 dan Jembatan Ambayan dengan nilai anggaran Rp14.133.400.

Atas perbuatannya, Muzni disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau Huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini