Mahfud MD Buka Suara soal Sindiran "Masjid Ditutup Tapi Mal Dibuka"

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 337 2216498 mahfud-md-buka-suara-soal-sindiran-masjid-ditutup-tapi-mal-dibuka-dx4bZNZv7L.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : Okezone.com/Dede)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD buka suara terkait adanya sindiran yang mengatakan "masjid ditutup tapi mal dibuka" di tengah pandemi corona atau covid-19.

Mahfud mengatakan, pemerintah tidak ada perbedaan pandangan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) terkait ketentuan ibadah di tengah pandemi corona.

Menurut Mahfud, semua pihak sepakat bahwa ibadah wajib dan sunnah diselenggarakan di rumah saja ketimbang di masjid demi memutus mata rantai penularan covid-19.

"Oleh sebab itu, kan sama isinya yang disebarkan oleh Menteri Agama, MUI, NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas lain," ucapnya usai mengikuti rapat terbatas 'Persiapan Idulfitri 1441 H' melalui telekonferensi, Selasa (19/5/2020).

Mahfud mengklaim, keputusan pemerintah untuk meminta masyarakat beribadah di rumah sudah merujuk pada fatwa MUI. Oleh sebab itu, anjuran tersebut diformalisasikan ke dalam aturan perundang-undangan.

"Kalau pertanyaannya apakah sudah koordinasi dengan Majelis Ulama justru pemerintah itu mengeluarkan keputusan tadi sesudah merujuk pada fatwa Majelis Ulama," jelasnya.

"Tapi bedanya apa? Kalau Majelis Ulama itu sifatnya fatwa, kalau kita menekankan bahwa menurut undang-undang dan Permenkes yang sekarang berlaku terkait Covid itu beribadah secara berkelompok dalam jamaah besar itu termasuk yang dilarang dalam rangka menjaga keselamatan dari penularan Covid-19," tambah dia.

Dia tidak melihat MUI kecewa dengan pemerintah atas realitas yang terjadi di lapangan. Namun, tidak tertutup kemungkinan kekecewaan itu muncul dari individu pada MUI.

"Mungkin saya tidak melihat juga sih kalau ada misalnya Majelis Ulama kecewa dengan apa yang terjadi. Pertama, itu kan pernyataan orang Majelis Ulama, bukan Majelis Ulamanya yang mengatakan apa yang dikatakan misalnya kenapa masjid ditutup, mal-mal itu kok dibuka?" ucap Mahfud.

Mahfud berujar, adanya mal atau pusat perbelanjaan yang buka di tengah pandemi corona bukan berarti melanggar hukum. Sebab, memang ada sejumlah sektor yang oleh undang-undang diperbolehkan buka, semisal menjual sarana bahan pokok. Namun hal itu tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Baca Juga : Habib Bahar ke Polisi: Saya Ngerokok Dulu Sebatang!

"Saya kira yang dibuka itu bukan melanggar hukum, juga karena memang ada sektor atau 11 sektor tertentu yang oleh undang-undang boleh dibuka dengan protokol, tetapi yang melanggar seperti IKEA itu kan juga ditutup pada akhirnya, yang melanggar ya," tukas dia.

"Misalnya bandara untuk mengangkut orang-orang karena tugas-tugas dan pekerjaan tertentu dengan syarat tertentu dibuka itu. Yang melanggar ketentuan itu juga ditindak yang tidak sesuai dengan aturan itu," kata Mahfud.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas menyoroti sikap ambivalen pemerintah yang tegas menutup masjid tapi membiarkan kerumunan di mal serta tempat lainnya. Menurut Anwar fenomena ini adalah sebuah ironi yang sulit dicerna dengan akal sehat.

"Yang menjadi pertanyaan mengapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, di mal-mal , di bandara, di kantor-kantor dan di pabrik serta di tempat lainnya?" ujar Anwar melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone.

Sedangkan, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin, meminta aturan tentang PSBB harus memerhatikan prinsip keadilan. Jangan sampai umat Islam dilarang salat berjamaah di masjid tetapi bandara dibiarkan ramai.

"Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam bershalat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain," tegas Din.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini