Share

Pemerintah Diminta Bahas Rencana Relaksasi PSBB dengan Pakar Epidemolog

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 19 Mei 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 337 2216208 pemerintah-diminta-bahas-rencana-relaksasi-psbb-dengan-pakar-epidemolog-0Jl0n2CANA.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar meminta pemerintah membahas rencana relaksasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama para epidemolog.

Ia mengatakan, bila relaksasi tak dipertimbangkan dengan baik, maka berpotensi mengabitkan gelombang kedua penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

"Menurut saya kita harus terus ingatkan pemerintah supaya sangat hati-hati kalau mau dilakukan relaksasi dalam rangka mewujudkan new normal. Maka harus berdiskusi dengan para akademisi terutama pakar epidemiologi. Mereka yang memahami secara mendalam tentang penyakit ini," kata Musni kepada Okezone, Selasa (19/5/2020).

Baca juga:  Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Pelonggaran PSBB

Musni meminta pemerintah tidak gegabah dengan memeberlakukan relaksasi PSBB di wilayah yang sebenarnya masih zona merah. Apalagi, lanjutnya, penyebaran corona terus bertambah secara fluktuatif.

"Karena kita yang melakukannya akhirnya nanti bisa menyesal kalau terjadi gelombang kedua corona. Karena itu mungkin lebih dahsyat akhirnya menyesal dan makin rusak semuanya," jelasnya.

Musni mengatakan, istilah new normal yang dilontarkan Presiden Jokowi hanya bisa terjadi ketika angka penyebaran corona telah melandai.

 Baca juga: Tanggapi Viral "Indonesia Terserah", Doni Monardo : Kita Harap Dokter Tidak Kecewa

Kata dia, istilah new normal sebenarnya ditujukan kepada kelompok masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke atas agar mau beraktivitas kembali di luar rumah agar bisa menggerakkan perekonomian negara.

Ia pun menyoroti relaksasi pembatasan transportasi yang memperbolehkan semua moda transportasi kembali beroperasi. Menurut dia, relaksasi tersebut bisa berpontesi mengakibatkan gelombang kedua wabah corona di Indonesia.

"Sekarang kan pemerintah melarang mudik. Kita saksikan di bandara, pelabuhan, tol, itu luar biasa ramai dan enggak ada itu PSBB. Apa dampaknya? Bisa jadi itu semakin meluas penyebaran virus corona di berbagai daerah tetapi kan akan kembali ke Jakarta. Dia bawa lagi. Bisa jadi gelombang kedua kita alami," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini