nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 18 Mei: Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR RI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 09:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 18 337 2215638 peristiwa-18-mei-mahasiswa-duduki-gedung-dpr-mpr-ri-m7bJf8o5Mh.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan sejarah berlangsung pada hari ini, Senin 18 Mei. Okezone pun merangkum sejumlah peristiwa mulai dari mahasiswa yang menduduki Gedung DPR/MPR RI hingga Inggris batalkan perjanjian damai dengan Prancis.

Berikut peristiwa penting dan bersejerah dirangkum dari Wikipedia di antaranya:

1998 - Ratusan Mahasiswa duduki Gedung DPR/MPR

 

Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi dan kampus berhasil menerobos masuk dan menduduki Gedung DPR/MPR RI. Peristiwa itu menjadi momentum dan untuk pertama kali pendudukan gedung DPR/MPR.

Proses pendudukan gedung DPR/MPR RI dimulai dengan komitmen dari kontingen para ketua lembaga formal kemahasiswaan Jakarta yang tergabung di Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) untuk bermalam di gedung DPR/MPR RI sampai pimpinan dewan memastikan pengunduran diri Soeharto dari kursi kepresidenan RI.

Terdiri dari lebih kurang 50 orang ketua lembaga kemahasiswaan, kontingen ini menunjuk Henri Basel (Ketua Senat Mahasiswa IKIP Jakarta) sebagai koordinator aksi dan Heru Cokro (Ketua Badan Perwakilan Mahasiwa UI) sebagai koordinator lapangan.

 Mahasiswa

Pada sore hari tanggal 18 Mei 1998, kontingen berhasil menemui pimpinan dewan bersama komponen-komponen aksi lain, dan mendapatkan pernyataan dari ketua DPR/MPR RI saat itu, Harmoko, yang menyerukan pengunduran diri Soeharto.

Pernyataan ini pun disambut positif oleh para anggota kontingen, namun ketika komponen-komponen aksi lain memutuskan untuk sementara pulang, kontigen mahasiwa tersebut justru memutuskan untuk bermalam sampai Soeharto benar-benar mundur dari kepresidenan sekaligus mempersiapkan kedatangan massa mahasiswa dari kampus masing-masing keesokan harinya.

Menduga proses aksi dan tuntutan akan berjalan lancar setelah seruan dari Harmoko, malah terjadi sedikit kepanikan pada para anggota kontingen ketika pada malam harinya. Saat itu, Jenderal Wiranto (Menhankam dan Pangab) menyatakan bahwa seruan Harmoko tidak konstitusional.

Kepanikan ini makin menjadi-jadi ketika di saat-saat berikutnya kontingen terus menerus mendapat informasi bahwa Gedung DPR/MPR RI akan diserbu dan dikosongkan tentara. Sempat terjadi perbedaan pendapat di antara anggota kontingen, antara memutuskan pulang atau tetap bermalam. Pada akhirnya kemudian komitmen akhir seluruh kontingen adalah tetap bermalam, apapun yang terjadi.

 

1803 - Inggris Batalkan Perjanjian Damai dengan Prancis.

Pemerintah Inggris membatalkan perjanjian damai dengan Prancis. Perjanjian itu merupakan Perjanjian Amiens. Dalam kesempatan yang sama Inggris menyatakan perang terhadap Prancis. Perang itulah kemudian menjadi cikal bakal perang era Napoleon yang melibatkan beberapa nagara lainnya di Eropa.

1804 - Napoleon Bonaparte Naik Tahta

Napoleon Bonaparte menjadi seorang kaisar di Prancis. Selama duduk sebagai kaisar, Napoleon memiliki pengaruh besar terhadap persoalan-persoalan di Eropa selama lebih dari satu dekade, terutama dalam Perang Era Napoleon.

1974 - India Laksanakan Uji Nuklir Pertama Kali

Uji coba bom nuklir pertama kali dilakukan oleh India. Uji coba yang dilakukan itu sekaligus mengangkat nama India sebagai negara keenam yang memiliki kekuatan nuklir setelah Amerika Serikar, Uni Soviet, Inggris, Tiongkok, dan Prancis.

1980 - Gunung Saint Helens Meletus.

 

Gunung Saint Helens di Washington, Amerika Serikat (AS) meletus dan memuntahkan lava setinggi 1.300 kaki dari mulut kawah. Sedikitnya 9 orang meninggal dunia dan 48 lainnya hilang. Letusan gunung tersebut juga mengakibatkan hujan abu tebal di kawasan Washington yang menyebabkan beberapa kawasan di negara bagian tersebut tak terkena sinar matahari.

1991 - Helen Shaeman Astronot Wanita Ke Luar Angkasa

Helen Sharman, astronot wanita asal Inggris meluncur ke luar angkasa menggunakan pesawat ulang-alik milik Uni Soviet. Capaian Helen itu menjadikannya sebagai orang pertama asal Inggris yang mampu berangkat ke angkasa.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini