Share

Realisasi Penyaluran Bansos Rendah, Jokowi Ingin Prosedur Disederhanakan

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 16 Mei 2020 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 337 2215172 realisasi-penyaluran-bansos-rendah-jokowi-ingin-prosedur-disederhanakan-UqP5HkYLGN.jpg Presiden Joko Widodo (Foto : Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memerintahkan tiga menteri untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan langsung tunai (BLT) desa.

Pasalnya, realisasi penyaluran bansos jenis itu sangat rendah, yakni 25 persen dan 15 persen. Kedua bantuan tersebut bernilai Rp600 ribu per bulan yang akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut.

Adapun tiga menteri yang diberi perintah oleh Jokowi pagi tadi yakni Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Juliari P. Batubara, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

Jokowi ingin agar prosedur penyaluran bansos tersebut disederhanakan.

"Dengan cara menyederhanakan prosedurnya, memotong prosedurnya, sehingga masyarakat segera menerima bantuan sosial ini baik itu BLT Desa maupun Bansos Tunai. Masyarakat saya harapkan juga menanyakan terus kepada RT, RW, atau kepala desa," ucap Jokowi melalui rilis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2020).

Baca Juga : 135.726 Orang Telah Diperiksa Covid-19, 118.701 Dinyatakan Negatif

Sekadar informasi, pandemi Covid-19 telah membuat pemerintah memberikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut terdiri atas penggratisan listrik untuk pelanggan 450VA dan juga diskon 50 persen untuk pelanggan 900VA bersubsidi, bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima, Program Keluarga Harapan yang diberikan kepada 10 juta keluarga, BLT Desa, dan BST.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini