Bripda GAP yang Viral Kokang Senjata "Pacarmu Ganteng" Harus Disanksi Tegas

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 16 Mei 2020 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 337 2214988 bripda-gap-yang-viral-kokang-senjata-pacarmu-ganteng-harus-disanksi-tegas-gkzeYvqgFD.jpg Neta S Pane (Okezone)

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memberi sanksi tegas kepada anggotanya berinisial Bripda GAP yang videonya mengokang senjata api larang panjang viral di media sosial (medsos).

Bripda GAP dalam video itu mengokang senjata sambil berkata "pacarmu ganteng, kaya, bisa gini gak?". Alhasil, tayangan itu ramai diperbincangkan dan mendapatkan komentar negatif di lini massa.

"Diharapkan bersikap tegas. Artinya, yang bersangkutan tidak hanya ditegur, tapi diberi sanksi tegas," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

 Baca juga: Polisi Kokang Senajata "Pacarmu Ganteng Bisa Gini" Diperiksa Propam

Sanksi tegas, kata Neta, bisa berupa pencabutan izin memegang senjata api atau ditarik kembali ke markas, tidak bertugas dulu di lapangan.

Menurut Neta, senjata bagi polisi bukanlah alat yang bisa diperuntukan sebagai bahan candaan.

"Setiap anggota Polri harus memiliki tanggung jawab yang besar terhadap senjata api yang dipercayakan kepadanya," ucap Neta.

Bripda GAP merupakan anggota Unit 1 Subditgasum Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. Pasca videonya kokang senjata sambil berkata "pacarmu ganteng, kaya, bisa gini gak?", dia langsung dipanggil dan diperiksa Propam.

"IPW memberi apresiasi kepada Polda Metro Jaya yang bekerja cepat menurunkan Propamnya mengusut kasus ini. Dalam pemeriksaan diketahui polisi itu adalah anggota Polda Metro Jaya dan diharapkan Kapolda bersikap tegas," papar Neta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di Propam Polda Metrp Jaya, Bripda GAP diketahui membuat video tersebut bersama satu orang rekannya yakni Bripda RI saat keduanya tengah melakukan tugas pengawalan terhadap perusahaan pengisian uang di ATM.

“Sebelum melakukan pengawalan Bripda GAP berinisiatif membuat video itu direkam oleh Bripda RI,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Menurutnya, video itu dibuat pada 20 April 2020 dan langsung diupload oleh Bripda GAP dalam status WhatsApp. GAP berdalah bahwa video itu hanya untuk candaan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini