Cegah Mudik Lebaran, Polri Perketat Pengawasan di Pos Penyekatan & Jalur Tikus

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 15 Mei 2020 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 337 2214851 cegah-mudik-lebaran-polri-perketat-pengawasan-di-pos-penyekatan-jalur-tikus-8jXYxFJB3G.jpg Kakorlantas Polri Irjen Istiono. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan akan memperketat pengawasan di pos penyekatan dan jalur tikus, jelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat melakukan pengecekan di dua pos penyekatan larangan mudik di Tol Cikampek, di KM 31 arah ke Bandung dan KM 47 arah ke Jakarta, bersama Jasa Raharja, Jumat (15/5/2020).

"Ya ada ini satu hari dua hari ni ada peningkatan sedikit, peningkatan sedikit saja, tak siginifikan. Oleh karena itu yang rekan-rekan tanyakan kemarin apa perlu ada langkah yang cukup aktif untuk itu kami pertebal lagi, kami pertebal di sekat cek poin untuk melakukan pengecekan bagi masyarakat yang akan mudik," kata Istiono.

Istiono menjelaskan, pengetatan pengawasan petugas di lapangan, lantaran sampai saat ini masih ada warga yang nekat melakukan mudik di tengah pandemi Covid-19. Padahal, Pemerintah tegas mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik di tengah wabah virus corona.

Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Menurut Istiono, dari evaluasi 21 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, masih ada warga yang mencoba mudik dengan melalui jalur-jalur tikus.

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Kehidupan Pasti Berubah dan Memasuki New Normal

"Tentunya ada dinamika di lapangan, ada yang masih berusaha masyarakat untuk mudik, melalui jalan-jalan tikus," ujar Istiono. 

Namun, Istiono menegaskan, upaya masyarakat yang mencoba memanfaatkan jalan tikus itu akan percuma. Mengingat, petugas telah melakukan pengawasan secara maksimal.

"Tentunya cek poin yang telah kita bangun di ujung pelaksana dilapangan dari tingkat Polres, Polda jalan Tol Arteri berperan maksimal," tutur Istiono.

Sejauh ini, Istiono mengungkapkan, sanksi berupa memutarbalikkan kendaraan yang berusaha mudik sangat efektif menekan keinginan masyarakat melakukan mudik di tengah pandemi Covid-19.

"Cukup efektif, putar balik itu sudah efektif karena mereka (warga) pikir dua kali. Karena mereka ancang-ancang mudik itu dia kan sudah merencanakan penumpangnya, kendaraannya, bensinnya kalau diputarbalik kan rugi," ujar Istiono. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini