Sinergitas Pusat & Daerah, Kemendagri Gelar Rakornas soal Pandemi Covid-19

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 14 Mei 2020 23:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 337 2214298 sinergitas-pusat-daerah-kemendagri-gelar-rakornas-soal-pandemi-covid-19-QryE13pC2E.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (BPP Kemendagri), menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kelitbangan 2020 secara virtual.

Dalam rakornas tersebut BPP Kemendagri membahas isu terkini seperti Pandemi Virus Corona dan Revolusi Industri 4.0.

Plt. Kepala BPP Kemendagri, Agus Fatoni mengatakan, saat ini dunia sedang mengalami dua peristiwa besar yang mempengaruhi kehidupan manusia, yaitu masa revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19.

"Kedua peristiwa tersebut mempunyai dampak yang luas pada kehidupan manusia. Perubahan itu termasuk perubahan budaya, perubahan cara kerja dan perubahan berpemerintahan, kita harus mampu beradaptasi dengan dinamika dan perubahan yang terjadi," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (14/5/2020).

 Korban Covid-19

Kata Agus, maksud penyelenggaraan Rakornas tersebut, untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas pusat-daerah, dan membahas pelaksanaan tugas-tugas kelitbangan dan isu aktual pemerintahan saat ini.

"Tujuan Rakor diharapkan dapat membangun soliditas dan sinergitas hubungan pusat-daerah, mencari solusi permasalahan aktual dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagai dasar dalam penetapan kegiatan prioritas litbang dan perumusan kebijakan pemerintahan dalam negeri," ungkapnya.

Agus memaparkan hasil Rakornas tersebut, seperti perlunya dilakukan kegiatan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi litbang melalui pembentukan forum kelitbangan Indonesia, yang beranggotakan pejabat struktural OPD yang membidangi litbang dan pejabat fungsional peneliti.

"Melakukan pertemuan secara rutin dan berkala dalam bentuk Rakor, Rakernis, Seminar, Semiloka; meningkatkan koordinasi, sinergi dan kerjasama organisasi kelitbangan, baik kerjasama antar daerah, maupun kerjasama pusat daerah; dan menjadikan organisasi kelitbangan menjadi pelopor inovasi," tuturnya.

Lalu, peningkatan kapasitas kelembagaan (capacity building) litbang melalui kegiatan sebagai berikut pembinaan dan pengembangan kapasitas SDM litbang (struktural/peneliti/pejabat fungsional lain) di unit kerja masing-masing, dan mendorong penerbitan serta publikasi ilmiah, berupa jurnal ilmiah terakreditasi, buku, dan media lainnya.

"Dan juga melaksanakan kegiatan bersama secara berkala berupa riset, kajian, seminar, penerbitan dan pengembangan kapasitas SDM kelitbangan, penyusunan standar indikator kinerja kelitbangan dan refocusing program dan kegiatan sesuai prioritas nasional; membangun e-research, sistem sitasi dan literasi bagi peneliti berbasis digital; melaksanakan rakornas peneliti di lingkup Kemendagri dan Pemda setiap tahun," sambung Agus.

Dan juga diperlukan peningkatan kapasitas peneliti antara lain dengan pemberian bantuan pendidikan formal, diklat teknis/fungsional, workshop, bimtek, konferensi nasional dan internasional, riset litbang pusat dan daerah, pengikutsertaan dalam kegiatan seminar dan jurnal ilmiah terakreditasi pada level nasional dan/atau Internasional.

"Lalu melakukan pertemuan atau seminar antara lain membahas penyusunan program dan kegiatan prioritas kelitbangan sesuai dengan Permendagri Nomor 90 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah; Penguatan dan peningkatan kapasitas peneliti; Penguatan kelembagaan kelitbangan; Kerjasama kelitbangan dengan pemerintah dan lembaga non pemerintah di dalam negeri maupun luar negeri," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini