Pemerintah Laporkan Dugaan Eksploitasi ABK WNI ke Dewan HAM PBB

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 14 Mei 2020 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 337 2214115 pemerintah-laporkan-dugaan-eksploitasi-abk-wni-ke-dewan-ham-pbb-iuVRBh3zB2.jpg Juru Bicara Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono (foto: ist)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi meminta Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), agar memberi perhatian pada kasus dugaan pelanggaran HAM dalam industri perikanan.

Langkah ini diambil setelah adanya laporan dugaan eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di Kapal Tiongkok Long Xing 629.

"Pemerintah serius mengusut dugaan eksploitasi ABK asal Indonesia. Oleh karena itu kita telah melaporkan kasus ini kepada Dewan HAM PBB," jelas Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2020).

 Baca juga: Polri Periksa Imigrasi Tanjung Priok dan Pemalang Terkait 14 ABK WNI 

8 Mei 2020 lalu di Jenewa, Dewan HAM PBB membahas upaya global dalam memberikan jaminan perlindungan HAM dalam penanganan Covid-19.

"Perwakilan Indonesia Duta Besar Hasan Kleib secara khusus meminta Dewan HAM memberi perhatian kepada pekerja industri perikanan," kata Dini.

 Baca juga: DPR: Penyalur ABK WNI di Kapal China Harus Dituntut Bertanggung Jawab

Pemerintah Indonesia mengingatkan pentingnya peran Dewan HAM untuk memberikan perlindungan kepada kelompok rentan yang sering luput dari perhatian, dalam hal ini ABK yang bekerja di industri perikanan.

Perlindungan kepada pekerja industri perikanan penting karena merupakan salah satu industri kunci rantai pangan dan pasokan global, terutama di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Sementara dari dalam negeri, menurut Dini, pihak kepolisian tengah mengejar pihak penyalur dugaan tindak pidana perdagangan orang.

"Saat ini Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI sudah mulai membuka kasus ini dengan dugaan tindak pidana perdagangan orang, dan akan menelurusi pihak penyalur tenaga kerja tersebut," pungkas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini