Share

JK: Indonesia Harus Punya Kontribusi Saintis Tangani Corona!

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 13 Mei 2020 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 337 2213642 jk-indonesia-harus-punya-kontribusi-saintis-tangani-corona-HAji5PFPxH.jpg Jusuf Kalla (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) berharap Indonesia punya kontribusi dalam hal penemuan ilmiah untuk pengobatan pasien Covid-19 dan tidak selalu bergantung pada sumbangan negara lain untuk penanganan wabah tersebut.

Hal itu disampaikan JK saat bertemu dengan Kepala Lembaga Eijkman Profesor Amin Soebandrio di Kantor Eijkman, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat Rabu (13/5/2020).

"Indonesia harus punya kontribusi terhadap dunia dalam bidang saintis untuk penanganan Corona. Jangan seperti selama ini, apa-apa minta dari China," ujar JK melalui keterangan pers tertulis yang diterima Okezone.

Lebih lanjut JK mengatakan dalam hal kerja sama dengan Lembaga Eijkman, PMI berada dalam posisi melakukan supporting untuk penyediaan fasilitas pengolahan darah yang dimiliki dan tersebar pada 15 kota besar di Indonesia.

"PMI berada dalam posisi mensupport dan tidak berada pada wilayah ilmiah saintis yang merupakan tanggung jawab Eijkman. Untuk itu PMI akan mempersilahkan Eijkman untuk menggunakan fasilitas pengolahan darah yang dimiliki PMI dan tersebar di 15 kota besar" pungkas JK.

Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio menambahkan, selain perumusan protokol, pemerintah juga tengah menyiapkan perlindungan etik bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam program ini.

"Teman-teman di rumah sakit butuh perlindungan etik dan peraturannya, supaya nanti ketika terjadi sesuatu kemudian ada tuntutan mereka tidak disalahkan. Karena sudah di-approve oleh BPOM, sudah disetujui Komite Etik," katanya.

Baca Juga : 242 Jiwa Mengungsi Imbas Bencana Longsor di Bogor

Secara singkat, dijelaskan, setelah protokol nasional dan perlindungan etik disahkan, pelayanan Terapi Plasma Konvalesen ini dimulai dari pendataan penyintas di rumah sakit. Data tersebut kemudian ditindaklanjuti PMI yang akan memeriksa kelayakan pendonor. Jika memenuhi persyaratan, pendonor akan diambil plasmanya.

"Dari rumah sakit sampai mengambil plasma itu tugas PMI," kata Amin.

Plasma darah yang mengandung antibodi penyintas covid-19 ini kemudian akan diperiksa di laboratorium Eijkman. Amin mengatakan, kapasitas laboratorium Eikjman saat ini mampu menguji 1.116 sampel per hari.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini