Ini Modus Operandi Penculikan Anak di Bekasi

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 13 Mei 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 337 2213543 ini-modus-operadi-penculikan-anak-di-bekasi-Lgo03dd988.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Pelarian pelaku penculikan JP (48), berakhir setelah Tim Penyidik Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkapnya, bersama kedua korbannya yakni RTH dan JNF.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah berpura-pura mengajak korban untuk mencari anaknya.

"Dengan dalih untuk mencari anaknya, dan menggunakan korban RTH untuk mencari korban-korban yang baru, kemudian korban diajak berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan angkot dan menjanjikan diberi motor," kata Ramadhan di Mabes Polri, Rabu (13/5/2020).

 Baca juga: Hindari Kejaran Polisi, Pelaku Penculikan Anak Selalu Berpindah Tempat 

Lalu, kata Ramadhan, motif dari kejahatan pelaku yaitu menggunakan para korbannya untuk dieksploitasi secara ekonomi.

"Para korban diajak mengemis dan mengamen serta dieksploitasi secara seksual," pungkasnya.

Perlu diketahui, pengaduan adanya dugaan tindak pidana melarikan perempuan belum dewasa atau penculikan anak, dibuat oleh orang tua Anak Korban JNF di Polsek Cipayung berdasarkan Laporan Polisi nomor: 019/K/IV/2020/Sek Cpy pada tanggal 15 April 2020.

 Baca juga: Polisi Sita 2 Motor dan Jaket Ojol dari Paedofil Penculik Anak di Bekasi

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Siber Bareskrim berdasarkan surat permohonan bantuan back up oleh Polres Metro Jakarta Timur.

Sebelumnya pelaku pernah melakukan perbuatan penculikan dan mencabuli anak tetangga kontrakannya di daerah Bekasi Selatan serta dibuatkan pengaduan di Polres Bekasi tanggal 25 Maret 2020.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit motor roda dua jenis Yamaha Mio J warna hitam nomor polisi T 3446 NE dan Yahama M3 warna Putih Nomor polisi B 4405 KOC yang diduga hasil curian. Kemudian dua helm ojek online untuk penyamaran, dua plat nomor kendaraan roda dua H 5846 DZ dan B 6683 GVX yang diduga palsu serta satu jaket ojek online.

Terhadap anak korban akan dilakukan pemeriksaan visum, rapid test dan pendampingan psikolog anak serta mencari keberadaan orangtua anak korban RTH alias GPSNC.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan persangkaan Pasal 332 KUHP dan Pasal 76 e juncto Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perunahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tindak pidana membawa pergi perempuan yang belum dewasa tanpa ijin orang tua atau wali dan Rindak Pidan perbuatan Cabul terhadap Anak. Selain itu pemeriksaan juga akan dikembangkan terhadap Pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan identitas dan pencurian kendaraan bermotor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini