Pemerintah Diminta Galakkan Program Padat Karya Antisipasi Pulangnya 34 Ribu TKI

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 12 Mei 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 337 2212667 pemerintah-diminta-galakkan-program-padat-karya-antisipasi-pulangnya-34-ribu-tki-jExnAhXLNG.jpg Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partonan Daulay mengusulkan, Pemerintah menggalakkan program padat karya guna mengantisipasi ledakan pengangguran pada Mei-Juni. Menurut Saleh, padat karya merupakan program jangka pendek paling mudah untuk mengantisipasi banyaknya pengangguran baru.

Usulan itu terkait kembalinya para pekerja migran Indonesia pada Mei-Juni 2020. Berdasarkan catatan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), akan ada 34.300 pekerja migran dari seluruh dunia yang bakal pulang kampung ke Indonesia .

"Yang paling mudah adalah menggalakkan program padat karya melalui dana desa yang ada, atau dana infrastruktur yang besar itu diubah menjadi program padat karya," kata Saleh saat berbincang dengan Okezone, Selasa (12/5/2020).

Saleh menyebutkan, program program padat karya yang bisa dilakukan adalah, pembangunan jalan di desa hingga pembangunan fasilitas masyarakat desa seperti ruang pertemuan atau irigasi.

Baca juga: Pemerintah Harus Antisipasi Ledakan Pengangguran Pasca-Pulangnya 34 Ribu TKI

Menurut Saleh, program jangka pendek itu cukup praktis dan paling mudah dilakukan Pemerintah untuk mengantisipasi ledakan pengangguran. Meskipun, program tersebut hanya bisa mempertahankan para pengangguran untuk bekerja dalam waktu sekira tiga sampai lima bulan.

Ilustrasi.

"Meskipun itu tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu panjang. Ini hanya bisa 3 sampai 5 bulan. N, setelah 5 bulan selesai, nganggur lagi. Nah, sepanjang waktu 5 bulan itu, coba Pemerintah cari solusi lagi yang lainnya. Ada jangka pendek dan jangka panjang," ucap Saleh.

Saleh mengingatkan Pemerintah terkait janjinya yang akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat. Saat ini, ditekankan Saleh, adalah waktu yang tepat untuk Pemerintah membuktikan janjinya tersebut.

"Dulu kan Pemerintah janji akan menciptakan lapangan pekerjaan. Sekaranglah saatnya Pemerintah buktikan itu. Yang jelaskan anggaran dari APBN kita harus bisa dikelola dengan benar," ujar Saleh.

"Pemerintah juga kan sekarang lagi memberikan latihan kerja baik di BLK maupun BLK komunitas. Silakan diperluas jangkauannya. Tapi jangan sampai orang-orang itu tidak bisa bekerja setelah lulus. Pelatihan itu penting, tapi yang lebih penting implementasinya," ujar Saleh.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini