Kompolnas Sebut Tindakan Bullying ke Ferdian Paleka Rendahkan Martabat

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 11 Mei 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 337 2212022 kompolnas-sebut-tindakan-bullying-ke-ferdian-paleka-rendahkan-martabat-pG9E9nHSNl.jpg Ferdian Paleka menyampaikan permohonan maaf terbuka terhadap warga kota Bandung dan masyarakat Indonesia (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebut bahwa aksi tahanan yang melakukan perundungan (bullying) terhadap tersangka Ferdian Paleka, adalah tindakan yang merendahkan martabat manusia.

"Tindakan bullying yang dilakukan sesama tahanan tersebut adalah tindakan yang merendahkan martabat. Apalagi, dilakukan saat adanya pembatasan sosial," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Minggu (10/5/2020).

 Ferdian Paleka Foto: Ist

Poengky menjelaskan, pada prinsipnya tersangka yang ditahan mempunyai hak yang dijamin dalam KUHAP serta aturan lain yang berlaku di Indonesia.

"Termasuk diantaranya UU Anti Penyiksaan, serta jika yang bersangkutan ditahan oleh penyidik Kepolisian, maka ada aturan perlindungan HAM terhadap tahanan sebagaimana dimaksud pasal 22 hingga 26 Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi HAM," ujar Poengky.

Baca Juga: Dikerjai di Tahanan, Ferdian Paleka Dipukul hingga Disuruh Bergaya Ngevlog di Tong Sampah 

Meskipun Ferdian berstatus tersangka atas dugaan penghinaan yang disebarluaskan secara elektronik, menurut Poengky, aksi buying tetap saja tidak boleh ada upaya balasan terhadapnya selama berada dalam tahanan.

 

Oleh karena itu, kata Poengky, sudah tepat jika tidak hanya para pelaku yang diperiksa, melainkan para petugas jaga tahanan hingga atasannya diperiksa. "Tindakan cepat Kapolrestabes Bandung untuk mengusut tuntas kasus ini serta transparansinya pada publik patut diapresiasi," ucap Poengky.

Poengky menekankan, sistem pengamanan serta pengawasan terhadap para tahanan di tuang tahanan Polrestabes Bandung harus lebih diperketat, agar kejadian bullying serta gerombolan orang di masa PSBB ini tidak terjadi lagi.

"Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Apalagi, pada saat diberlakukannya PSBB di Bandung Raya mengharuskan para tahanan juga ditempatkan mengikuti aturan PSBB. Jangan sampai terjadi penularan Covid-19 di tahanan," tutup Poengky.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini