Terkait Edaran Gugus Tugas, KAI Operasikan Kereta Luar Biasa Mulai 12 Mei

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 11 Mei 2020 02:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 11 337 2211985 terkait-edaran-gugus-tugas-kai-operasikan-kereta-luar-biasa-mulai-12-mei-QiGFp9SHq6.jpg Ilustrasi kereta api (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. 

Terkait hal itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan perjalanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) untuk berbagai rute mulai tanggal 12 sampai 31 Mei 2020. (Baca Juga: Nasib Ibadah Haji 2020 Diputuskan Akhir Bulan Puasa)

“Terdapat 6 perjalanan Kereta Api Luar Biasa yang kami operasikan untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan pemerintah dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (10/5/2020).

Joni menjelaskan, pengoperasian KLB ini menyesuaikan dengan terbitnya SE tersebut. Adapun, masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB ialah pekerja di pelayanan penanganan Covid-19, pertahanan dan keamanan, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi penting.

Perjalanan darurat pasien atau orang yang memiliki keluarga inti sakit keras atau meninggal, serta repatriasi.

Baca Juga: Skenario Kedatangan Pesawat di Bandara Soetta Cegah Covid-19

Adapun 3 rute yang dilayani adalah, Gambir - Surabaya Pasarturi pulang pergi lintas utara, rangkaian 4 kereta eksekutif dan 4 kereta ekonomi, kapasitas yang dijual 264 tempat duduk atau 50% dari total tempat duduk tersedia. Stasiun naik/turun penumpang Gambir, Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasarturi, tarif jarak terjauh eksekutif Rp750.000 dan ekonomi Rp400.000.

ilustrasi corona foto: Okezone

Gambir - Surabaya Pasarturi pulang pergi lintas selatan, rangkaian 4 kereta eksekutif dan 4 kereta ekonomi, kapasitas yang dijual 264 tempat duduk 50% dari total tempat duduk tersedia, stasiun naik dan turun penumpang, Gambir, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Pasarturi, tarif jarak terjauh eksekutif Rp750.000 dan ekonomi Rp450.000

Bandung - Surabaya Pasarturi pulang pergi, rangkaian: 3 kereta eksekutif dan 3 kereta ekonomi, kapasitas yang dijual 198 tempat duduk 50% dari total tempat duduk tersedia, stasiun naik turun penumpang, Bandung, Yogyakarta, Madiun, Surabaya Pasarturi, tarif jarak terjauh eksekutif Rp630.000 dan ekonomi Rp440.000.

"Tiket dijual mulai Senin, 11 Mei 2020 di loket stasiun keberangkatan penumpang. Pemesanan dan pembelian tiket dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan, oleh penumpang yang bersangkutan dan tidak dapat diwakilkan," ujarnya. (ari)

Baca Juga: Penumpang Sambut Baik Aturan Naik KRL Wajib Bawa Surat Tugas Kerja

Untuk dapat membeli tiket tersebut, calon penumpang diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19. Persyaratan tersebut di antaranya menunjukkan surat hasil tes negatif Covid-19, surat tugas dari perusahaan, KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah, serta dokumen pendukung lainnya sesuai peraturan atau persyaratan lengkap terlampir.

"Jika sudah lengkap, calon penumpang melapor ke Posko Gugus Tugas Covid-19 yang tersedia di stasiun penjualan tiket untuk menyerahkan berkas. Jika sudah diverifikasi, calon penumpang akan mendapatkan Surat Izin dari Satgas Covid-19 dua rangkap. Lembar pertama diberikan ke petugas loket saat akan membeli tiket dan lembar kedua ditunjukkan kepada petugas pada saat boarding. Surat Izin tersebut berlaku hanya untuk satu kali perjalanan," paparnya.

“KAI membentuk posko penjagaan dan pemeriksaan tersebut berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan, polisi, TNI, pemerintah daerah, Gugus Tugas Covid-19 Daerah, dan instansi terkait lainnya,” imbuhnya.

Joni menjelaskan, setiap penumpang yang akan menggunakan KLB tersebut diharuskan untuk menggunakan masker, bersuhu tubuh di bawah 38 derajat celsius, membawa tiket, identitas asli, serta surat izin dari Satgas Covid-19.

“Penumpang yang akan berangkat namun tidak memenuhi persyaratan tersebut, dilarang naik kereta api dan tiket akan dikembalikan 100%,” tuturnya.

Seluruh perjalanan KLB sudah menyesuaikan dengan jadwal pembatasan transportasi umum di masing-masing wilayah yang sudah menerapkan PSBB. KAI juga secara tegas dan ketat menerapkan protokol pencegahan Covid-19 mulai dari sebelum keberangkatan, dalam perjalanan, dan saat tiba di stasiun tujuan.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, KAI tetap membatasi kapasitas angkut dengan menjual hanya 50% tempat duduk dari kapasitas kereta; membuat batas antre dan duduk di stasiun dan kereta untuk menerapkan physical distancing; menyediakan alat pengukur suhu badan, ruang isolasi, pos kesehatan, hand sanitizer, wastafel portable di stasiun; rutin membersihkan fasilitas penumpang dengan disinfektan; dan berbagai langkah pencegahan lainnya.

Joni menjelaskan, pengoperasian KLB ini terus dievaluasi pelaksanaannya sesuai dengan situasi yang berkembang di lapangan. “Kami tegaskan, pengoperasian KLB ini dikhususkan hanya untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah dan bukan dalam rangka Angkutan Mudik Idul Fitri 1441 H,” tutup Joni. (ari)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini