MUI Pusat Dukung Penolakan Masuknya TKA China dan Pelonggaran Transportasi

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 10 Mei 2020 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 337 2211708 mui-pusat-dukung-penolakan-masuknya-tka-china-dan-pelonggaran-transportasi-NxO3ydul1c.jpg MUI (Foto: Ist)

JAKARTA - Sebanyak 32 Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi di Indonesia menyatakan sikap bahwa menolak masuknya ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia dan pelonggaran moda transportasi di tengah pandemi Covid-19.

Menanggapi sikap itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat pun menyatakan dukungannya atas sikap penolakan yang dikeluarkan oleh 32 Dewan Pimpinan MUI provinsi. "MUI pusat mendukung penuh pernyataan tersebut," kata Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

Menurut Muhyiddin, pusat memberikan dukungan dengan alasan bahwa perwakilan di provinsi lebih mengetahui kondisi yang lebih nyata di lapangan.

"Mereka lebih tahu tentang kondisi di lapangan dimana banyak warga mereka menganggur dan terus jumlahnya bertambah. Sementara lapangan kerja diberikan ke orang asing. MUI adalah wadah masyarakat menyampaikan aspirasi baik itu masalah sosial, agama, budaya dan politik," ujar Muhyiddin.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Dengarkan Seruan MUI Tolak Pekerja Asing Masuk Indonesia 

Selain itu, kata Muhyiddin, pemerintah pusat cenderung abai terhadap aspirasi dan jeritan warga di daerah. Apalagi, soal rencana didatangkannya para pekerja dari China itu.

"TKA China di sinyalir banyak membawa pandemi Covid-19 dan kehadirannya telah menimbulkan masalah sosial baru. Bahkan, tak sedikit yang datang tanpa dokumen resmi/gelap. Ada juga yang punya KTP Indonesia," ucap dia.

Oleh sebab itu, Muhyiddin berpandangan bahwa, pembiaran kasus tersebut bisa menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan memakan banyak korban. "MUI adalah pelayan umat dan mitra kritis loyalis pemerintah," tutup dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini