Polri Periksa ABK WNI yang Diduga Diperbudak di Kapal China

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 10 Mei 2020 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 337 2211707 polri-periksa-abk-wni-yang-diduga-diperbudak-di-kapal-china-6pfffy17lN.jpg Warga Negara Indonesia yang menjadi ABK di kapal China (Foto: KFEM/BBC)

JAKARTA - Bareskrim Polri melalui Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) telah melakukan pemeriksaan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Kapal China. Pemeriksaan itu dilakukan pada Sabtu 9 Mei, kemarin.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkapkan bahwa, pemeriksaan perdana itu dilakukan setelah para ABK tiba di Indonesia dan sesaat sebelum menjalani proses isolasi mandiri selama 14 hari sesuai standar protokol kesehatan terkait Covid-19.

"Semua ABK akan dilakukan pemeriksaan," kata Ferdy saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (10/5/2020).

Pemeriksaan para ABK itu sendiri tetap memperhatikan standar protokol kesehatan dalam penanganan virus corona.

Ferdy menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan kebutuhan untuk mengusut kasus dugaan perbudakan tersebut. Pasalnya, Satgas TPPO akan akan mendalami segala sesuatu yang berkaitan dengan kejadian yang menimpa WNI itu.

"Satgas TPPO Bareskrim Polri akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," ujar Ferdy.

Nantinya, polisi juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada para ABK WNI usai menjalani proses isolasi mandiri selama 14 hari.

Sebagaimana diberitakan, ke-14 ABK WNI yang pulang ke Tanah Air, pada Jumat 8 Mei 2020. Mereka adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selama berada di Busan, para ABK WNI menjalani karantina selama 14 hari dan dimintai keterangan mengenai kondisi mereka saat bekerja di kapal Long Xin 629 oleh aparat penegak hukum Korea Selatan untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini