Share

Jasad 2 ABK WNI Dilarung ke Laut oleh Kapal China, Ini Tanggapan BP2MI

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 09 Mei 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 337 2211475 jasad-2-abk-wni-dilarung-ke-laut-oleh-kapal-china-ini-tanggapan-bp2mi-U8CKseoVYU.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengeluhkan belum diterbitkannya peraturan pemerintah (PP), sebagai payung hukum BP2MI dalam menangani persoalan dua jenazah ABK yang dilarung ke laut.

Benny menjelaskan, UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI belum memberikan wewenang kepada BNP2TKI, untuk menangani persoalan dua ABK yang bekerja di kapal berbendera China tersebut.

Namun, dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia telah mengatur bahwa ABK yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di bawah wewenang BP2MI.

"Tapi yang menjadi problem di PP yang belum keluar dan kita sedang di masa transisi," ujar Benny dalam diskusi MNC Trijaya 'Perlindungan Pekerja Migran di Tengah Pandemi', Sabtu (9/4/2020).

 ABK

Menurut dia, saat ini pemerintah tengah mengharmonisasikan PP yang mengatur kewenangan ABK yang menjadi PMI di bawah BP2MI tersebut, agar tidak tumpang tindih dengan aturan lainnya.

Ia pun mendorong agar aturan yang menjadi payung hukum bagi BP2MI tersebut segera diterbitkan.

"Bisa dibayangkan terkait ABK pekerja di kapal apakah itu kapal kargo, kapal niaga, kapal pesiar, kapal perikanan belum menjadi tanggungjawab BP2MI," imbuhnya.

Benny menambahkan, pihaknya telah menerima sebanyak 375 aduan yang dialami ABK selama bekerja di kapal asing.

 ABK

Seperti diketahui, media Korsel memberitakan adanya jenazah ABK asal Indonesia yang dilarung ke laut saat bekerja di kapal Kapal Long Xing 629. Pemberitaan ini pun menjadi sorotan publik.

Menlu Retno Marsudi meminta pemerintah China membantu agar hak-hak para ABK tersebut dapat terpenuhi.

"Kita juga sampaikan kita minta dukungan pemerintah Tiongkok untuk membantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan atau hak para awak kapal Indonesia termasuk pembayaran gaji yang belum dibayarkan dan kondisi kerja yang aman," kata Retno Marsudi.

Diketahui juga, dua anak buah kapal (ABK) yang meninggal dan jenazahnya dilarung ke laut merupakan warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. ABK Kapal Longsing 629 China itu tercatat sebagai warga tidak mampu oleh pemerintah setempat.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setda Kabupaten OKI, Adi Yanto, mengatakan kedua ABK yaitu Sefri (26) dan Ari (25) merupakan warga Dusun II, Desa Serdang Menang, Kecamatan Sirah Pulau Padang, OKI.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini