1.221 Bencana Menimpa Indonesia Sepanjang 2020

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 09 Mei 2020 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 337 2211400 1-221-bencana-menimpa-indonesia-sepanjang-2020-WzAolQqPsB.jpeg Banjir di Bolaang Mongondow (BNPB)

JAKARTA – BNPB mencatat 1.221 bencana terjadi di Indonesia sejak awal Januari hingga 7 Mei Mei 2020. Bencana hidrometeorologi masih mendominasi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. Jumlah korban jiwa akibat bencana itu 172 orang.

“BNPB mengidentifikasi bahwa lebih dari 99% kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (9/5/2020).

Bencana yang paling dominan yaitu banir dengan jumlah kejadian 457 kali, puting beliung 359, tanah longsor 275 dan gelombang pasang atau abrasi 2.

“Di samping itu, kategori bencana hidrometeorologi lain yang jumlahnya tinggi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 119 kali. Total kejadian bencana berjumlah 1.221,” sebut Raditya.banjir

Krueng (Sungai) Aceh di Banda Aceh meluap (Okezone.com/Windy Phagta)

Di samping bencana tersebut, BNPB mencatat juga bencana lain seperti letusan gunung api 3 kali dan gempa bumi 5. Jumlah kejadian bencana ini di luar bencana nonalam, yaitu pandemi Covid-19.

Memasuki bulan kelima ini, musim kemarau termonitor di sebagian besar wilayah Indonesia. Meskipun bencana banjir dan longsor masih terjadi. Terakhir seperti banjir di enam desa di wilayah Banda Aceh pada hari ini.

BMKG melaporkan bahwa puncak musim kemarau pada Agustus 2020. Diprakirakan kondisi hujan normal pada musim kemarau, sedangkan selama kemarau perlu mendapatkan perhatian terhadap potensi karhutla dan kekeringan. Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa daerah rawan karhutla di Pulau Sumatera, seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Berdasarkan analisis BMKG, wilayah tersebut diprakirakan akan mendapatkan curah hujan menengah sampai rendah pada bulan Juni – September 2020.

Daerah rawan karhutla di Pulau Kalimantan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayau ini akan mendapatkan curah hujan menengah hingga rendah pada bulan Agustus dan September 2020.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini