Presiden Jokowi Ajak Berdamai dengan Corona, Apa Maksudnya?

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 337 2210889 presiden-jokowi-ajak-berdamai-dengan-corona-apa-maksudnya-1bZp9btDi3.jpg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan memberikan penjelasan ihwal pernyataan Presiden Jokowi yang mengajak hidup berdamai dengan Covid-19 sampai ditemukan vanksin untuk melawan virus corona.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut merupakan imbauan agar warga tak menyerah dengan Covid-19.

"Ya artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal tatanan kehidupan baru," ucapnya kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: Jokowi: Kita Harus Hidup Damai dengan Corona 

Bey menjelaskan, corona saat ini memang ada. Tetapi pemerintah dan masyarakat harus terus berusaha agar virus tersebut segera hilang.

Adanya virus corona tidak boleh menjadikan warga tak produktif. Justru warga tetap bisa produktif namun dengan penyesuaian baru dalam kehidupan.

 ilustrasi

"Bahwa Covid itu ada, dan kita terus berusaha agar covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya Covid, menjadikan adanya penyesuaian dalam kehidupan," tuturnya.

"Covid memang belum ada antivirusnya, tapi kita bisa mencegah tertular covid," tukas Bey.

(Baca Juga: ICW Sebut KPK Era Firli Bahuri Minim Penindakan, Surplus Buronan)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berharap puncak pandemi Covid-19 segera menurun. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya keras menanggulangi wabah ini.

Namun demikian, kata Jokowi, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," ucapnya dikutip dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis 7 Mei 2020. (sal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini