WNI Alami Perbudakan di Kapal China, DPR Minta BP2MI Proaktif Mendata Pekerja Migran

Fadel Prayoga, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 337 2210830 wni-alami-perbudakan-di-kapal-china-dpr-minta-bp2mi-proaktif-mendata-pekerja-migran-UEGGyegr8F.JPG Peti berisi jasad ABK WNI sebelum dilarung ke laut (Foto: MBC)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia angkat bicara terkait masalah 17 Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami dugaan perlakukan tidak manusiawi di atas kapal penangkap ikan asal China yang merapat di Busan, Korea Selatan. Kini, tiga di antaranya meninggal dunia dan telah dilarung di lautan sebelum kapal itu tiba di daratan Busan.

Farah meminta kepada Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) lebih proaktif melakukan pendataan WNI yang terdaftar sebagai pekerja migran. Sehingga, keberadaan para WNI yang sedang mencari nafkah di luar negeri dapat terdeteksi dan mereka bisa termonitor, apakah bekerja untuk perusahaan yang kredibel atau abal-abal.

“BP2MI sudah harus proaktif melakukan pendataan pekerja kita di luar negeri, tentunya bekerja sama dengan Kemenlu melalui perwakilan dan atau kedubes RI,” ujar Farah kepada Okezone, Jumat (8/5/2020).

Ia mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang telah melakukan investigasi dan membantu proses pemulangan satu jenazah dari Busan, Korea Selatan ke Tanah Air.

“Walaupun investigasi dilakukan terlambat setelah pemberitaan yang viral dari media Korea Selatan,” katanya.

Baca juga: Pengawasan BP2MI Dinilai Lemah Terhadap ABK yang Hendak ke Luar Negeri

Politikus PAN itu mengaku akan berkoordinasi dengan pimpinan Komisi I DPR RI agar segera memanggil Kemenlu dan BP2MI untuk menelusuri dugaan terjadinya pelanggaran HAM yang menimpa para pekerja tersebut.

“Sehingga peristiwa seperti meninggalnya ABK dapat segera diantisipasi dan tidak melulu mengagetkan kita di Tanah Air,” kata dia.

Saat ini, 14 WNI itu sedang menjalani masa karantina selama 14 hari di suatu hotel yang berlokasi di Korea Selatan untuk memastikan mereka tak mengidap virus corona atau Covid-19. Setelah itu, mereka dinyatakan terbebas dari infeksi Covid-19, maka nantinya seluruhnya akan dipulang ke Tanah Air menunggu jadwal penerbangan.

“Karantinanya berakhir hari ini (kemarin), jadi dalam waktu dekat juga kita sedang urus agar mereka bisa pulang ke Indonesia,” kata Duta Besar Republik Indonesia di Seoul, Umar Hadi dalam wawancara dengan iNews TV pada Kamis 7 Mei 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini