Cerita Kepala BNPB Tentang Komunikasi Terakhirnya dengan Didi Kempot

Fadel Prayoga, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 05:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 337 2210788 cerita-kepala-bnpb-tentang-komukasi-terakhirnya-dengan-didi-kempot-GctbyLSHnb.jpeg Didi Kempot semasa hidup (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Kepergian almarhum Didik Prasetyo atau lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot menghadap sang khalik meninggalkan kenangan tersendiri bagi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. Setidaknya, sebelum Didi Kempot mengembuskan nafas terakhir namanya selalu jadi topik pembicaraan jenderal bintang tiga tersebut.

Bagaimana ceritanya nama Didi Kempot bisa terus terngiang oleh Doni sebelum dia dinyatakan meninggal dunia? Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB membagikan kisah tersebut kepada awak media.

Bermula dari kedatangan tim kreatif yang mengusulkan penggunaan lagu bagi kepentingan sosialisasi Covid-19, termasuk imbauan untuk tidak mudik di Lebaran mendatang pada Sabtu 2 Mei 2020 sore. Saat itu, peserta diskusi seperti Kepala BNPB Doni Monardo dan seorang wartawan senior Tommy Suryo Pratomo, serta sejumlah anggota Gugus Tugas dan tim kreatif membicarakan tema lagu yang pas agar masyarakat antusias mendengarnya.

Salah satu usulan adalah lagu “Garuda di Dadaku” tetapi diubah liriknya. Ada yang setuju, tapi ada yang menolak. Yang setuju beranggapan, lagu itu sudah sangat populer. Sedang yang menolak, beralasan, itu lagu “trade mark” milik suporter sepakbola. Tidak tepat, dan terlalu dipaksakan.

Lalu, muncul gagasan untuk meminta bantuan The Godfather of Broke Heart, Lord Didi Kempot. Seketika, seluruh peserta rapat nampak menyetujui usulan itu yang tidak diketahui berasal dari mana.

“Oh iya.... Kenapa tidak pakai Didi Kempot saja? Bagus itu,” suara sebagian orang hampir bersamaan.

Pendek kata, diskusi pun makin seru. Nama Didi Kempot memenuhi ruang pembicaraan. Esensinya, semua pembicaraan yang mendukung pemakaian suara Didi Kempot untuk kampanye “Jangan Mudik” serta sosialisasi terkait Covid-19 lain. Doni pun langsung mengirimkan video yang berisi permintaan kepada Didi untuk ikut andil dalam memutus mata rantai penyebaran pandemic virus corona atau Covid-19 yang sedang melanda wilayah Tanah Air.

“Mas Didi, saya Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas menyampaikan ucapan terima kasih kepada mas Didi yang telah ikut berpartisipasi dalam membantu masyarakat kita. Para pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata, atau para pahlawan kemanusiaan seperti dokter yang membantu mereka yang menderita akibat serangan virus corona, tetapi juga orang-orang seperti mas Didi, para budayawan, para seniman yang telah mengajak masyarakat untuk ikut meningkatkan disiplin, agar tidak terpapar virus corona. Termasuk upaya dan langkah-langkah mas Didi yang telah membantu meringankan saudara-saudara kita baik yang terpapar virus corona, maupun yang terkapar karena kehilangan pekerjaan. Lanjutkan perjuangan mas, semoga Tuhan selalu bersama kita semua. Salam tangguh. Salam kemanusiaan,” bunyi pesan Doni kepada Didi dalam sebuah video.

Satu hari berikutnya, Didi Kempot sempat melakukan video call dengan Tomy Suryo. Tentu saja membicarakan rencana memakai jasanya dalam kampanye jangan mudik dan sosialisasi Covid-19. Kemasannya bahkan direncanakan melalui sebuah konser dari rumah dalam skala yang lebih besar dari konser dari rumah sebelumnya.

Tommy pun segera mengarahkan video call itu ke Doni Monardo. Saat itu, Doni baru saja meninggalkan ruang multimedia di lantai 10 Graha BNPB untuk persiapan sholat ashar. Tommy segera mendatangi ruang Doni. Ia menjumpai Doni baru selesai wudhu.

Gagang HP diserahkan Tommy ke Doni. Doni pun melakukan video call dengan Didi. Dengan senyum lebar, Doni dan Didi saling sapa. Tak lupa, Doni mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan Didi Kempot sebagai relawan membantu penanganan Covid-19.

Kesepakatan sudah bulat. Tim teknis pun sudah mempersiapkan rencana konser Didi Kempot bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Namun, ternyata Tuhan memiliki rencana lain, yaitu memanggil Didi Kempot pada Selasa 5 Mei 2020 pagi.

Ambyar hati Doni Monardo. Ambyar semua hati orang-orang Gugus Tugas, terlebih yang sedang intens membicarakan konsep kerja kemanusiaan bareng-bareng. Ambyar perasaan bangsa Indonesia. Dengan perasaan remuk, suara yang tersekat di leher, Doni Monardo pun berusaha tegar saat mengucapkan bela sungkawa melalui video pendek.

Baca Juga : Ferdian Paleka, Youtuber "Prank Sampah" Ditangkap Polisi

Katanya, “Kami segenap keluarga besar Gugus Tugas menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, atas wafatnya sahabat, seniman nasional, dan relawan kemanusiaan, almarhum Didi Kempot. Semoga almarhum Didi Kempot mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Diterima semua amal kebaikannya, diampuni segala kesalahannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan.”

Sejurus berkelebat sebuah bayangan melintas di benaknya. Lelaki berambut gondrong, bersurjan hitam dan mengenakan blangkon, dengan senyum yang tersungging di bibir berseru, “Saya pamit, jenderal!”.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini