Hary Tanoe: Belajar dari Hong Kong & Taiwan, Kedisiplinan Kunci Atasi Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 337 2210474 hary-tanoe-belajar-dari-hong-kong-taiwan-kedisiplinan-kunci-atasi-covid-19-uqTqfwpqDX.jpg Hary Tanoesoedibjo. (Foto: MNC Media)

JAKARTA - Kedisiplinan penggunaan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan terbukti ampuh mengatasi Covid-19.

Hal tersebut terlihat di Hong Kong, yang hingga hari ini hanya sekitar 1.000 warga yang terjangkit Covid-19 dengan jumlah kematian hanya 4 orang, begitu pula dengan Taiwan. Padahal, mereka tidak memiliki kebijakan lockdown.

"Kunci keberhasilannya adalah pemakaian masker dan physical distancing yang disiplin. Selain itu, menjaga kebersihan melalui penggunaan hand sanitizer," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Kamis (7/5/2020).

Mencontoh keberhasilan tersebut, Indonesia bisa menerapkan aturan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Siapapun yang melanggar dikenakan sanksi tegas.

Kegiatan kantor, retail bisa tetap buka dengan aturan penggunaan masker, physical distancing, dan menjaga kebersihan dengan hand sanitizer dan mencuci tangan dengan sabun.

Baca juga: Presiden Jokowi: Jalanan Sepi, tapi di Kampung Masih Banyak Warga Berkerumun

Hary mengusulkan sarana transportasi umum bisa berjalan, dengan catatan hanya bisa menjual tiket 40%-50% dari kapasitas, terkait dengan penerapan physical distancing. Demikian juga, restoran diusulkan bisa buka dengan memperhatikan kapasitas maksimum 40%-50%. Yang melanggar bisa diberikan sanksi ditutup operasionalnya hingga Covid-19 reda.

Hary Tanoesoedibjo.

"Mudik tetap dilarang, karena tidak mudah melakukan monitoring di daerah," katanya.

Indonesia perlu belajar dari kedisiplinan Hong Kong dan Taiwan, di mana dampak korban jiwa jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara lain.

Dengan kedisiplinan tersebut, dampak ekonomi Covid-19 bisa lebih murah dibandingkan dengan negara yang menerapkan lockdown.

Di negara yang menerapkan kebijakan lockdown, aktivitas usaha menjadi lesu, banyak pemutusan hubungan kerja dan non-performing loan meningkat tajam, sehingga membahayakan ekonomi nasional.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini