Boy Rafli Diharapkan Bawa BNPT Jadi Leading Sector Pemberantasan Terorisme

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 337 2210345 boy-rafli-diharapkan-bawa-bnpt-jadi-leading-sector-pemberantasan-terorisme-DBmnuX5Z7k.JPG Kepala BNPT, Irjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Instagram/@boyrafliamar)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Pol Boy Rafli Amar menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius.

Terkait hal itu, pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi memberikan beberapa catatan agar BNPT di bawah komando Boy Rafli menjadi lebih baik lagi ke depan.

"Sebagai penjuru penanggulangan terorisme, saat ini kerja BNPT dianggap masih sangat lekat dengan aktivitas-aktivitas penindakan yang dilakukan Polri. Padahal, itu hanya sebagian dari keseluruhan kerja penanggulangan terorisme," kata Fahmi kepada Okezone di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Menurut Fahmi selama ini ketika terjadi aksi teror, publik pun tak langsung menoleh pada BNPT. Publik lebih banyak mendengar pernyataan Polri ketimbang BNPT, bahkan ketika negara dituding kecolongan aksi terorisme, yang disebut bertanggung jawab justru BIN, bukan BNPT.

Baca juga: Profil Irjen Boy Rafli Amar yang Kini Jabat Kepala BNPT

"Artinya, selama ini BNPT masih bekerja di bawah bayang-bayang lembaga lain. Padahal mestinya menjadi leading sector," ujarnya.

Irjen Boy Rafli Amar

Dengan pengalaman yang dimiliki oleh Boy Rafli Amar, Ia berharap agar menjadi modal kuat baginya untuk membenahi BNPT dan menggalang dukungan lebih besar bagi proposal pemberantasan terorisme yang akan ditawarkannya.

Hal itu bisa dimulai dari upaya membawa BNPT menjadi lebih terbuka terhadap kritik maupun evaluasi eksternal, serta tidak bersikap defensif dan 'ngotot', seperti yang selama ini kerap ditunjukkan oleh sejumlah petinggi BNPT terdahulu.

"Terutama berkaitan dengan minimnya kemampuan mitigasi, kurang efektifnya program-program deradikalisasi dan kontraradikalisasi, pun rehabilitasi," tutur Fahmi.

Lebih lanjut Fahmi menginginkan BNPT mampu menjawab ekspektasi banyak kalangan untuk mengembangkan model pemberantasan teror yang tidak lebih menakutkan ketimbang terornya itu sendiri. Terutama dalam hal mitigasi yang komprehensif meliputi kewaspadaan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan dan trauma healing.

Kemudian, kata Fahmi, Boy Rafli sejatinya tidak menawarkan gagasan yang muluk-muluk, serta tak melulu mengusung hard approach ala Densus 88 Antiteror yang kerap menuai kritik banyak pihak.

"Enggak cuma bicara capaian-capaian statistik tanpa ukuran kualitatif, dalam aspek penindakan sekalipun. Saya akan angkat dua jempol buat Boy Rafli, jika di masanya ini terduga pelaku teror yang tewas dalam tahanan atau saat penggerebekan, syukur-syukur bisa nol," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini