Peristiwa 5 Mei: Mahatma Gandhi Bebas dari Penjara!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 05 Mei 2020 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 05 337 2209242 peristiwa-5-mei-mahatma-gandhi-bebas-dari-penjara-xo8iVFNtY3.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Tanggal 5 Mei merupakan hari ke 125 dalam kalender Gregorian. Di hari ini, menyimpan berbagai peristiwa sejarah.

Peristiwa yang paling diingat ketika Mahatma Gandhi dibebaskan dari penjara pada tahun 1944 dan terbitnya petisi 50 yang ditujukan kepada Presiden Soeharto pada tahun 1980.

Okezone mencoba untuk kembali mengenang peristiwa yang terjadi pada 5 Mei yang dikutip berdasarkan sumber Wikipedia. Berikut ulasannya:

1788 - Galaksi NGC 5879 ditemukan oleh William Herschel.

Galaksi NGC 5879 adalah sebuah galaksi spiral yang terletak pada rasi bintang Draco. NGC 5879 termasuk ke dalam Grup NGC 5866.

1936 - Pasukan Italia merebut Addis Ababa, Ethiopia.

1944 - Mohandas Gandhi atau Mahatma Gandhi dibebaskan dari penjara.

Dia adalah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Ia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.

1955 - Jerman Barat memperoleh kedaulatan penuh.

1956 - Kejuaraan dunia yudo yang pertama kali digelar di Tokyo.

1980 - Pengepungan Kedutaan Iran di kota London berakhir, setelah komando Kerajaan Inggris beserta polisi memborbardir gedung.

1980 - Petisi 50, ungkapan keprihatinan 50 tokoh nasional diterbitkan di Jakarta sebelum dibacakan di Sidang DPR 13 Mei

 ilustrasi

Petisi 50 adalah sebuah dokumen yang isinya memprotes penggunaan filsafat negara Pancasila oleh Presiden Soeharto terhadap lawan-lawan politiknya. Petisi ini diterbitkan pada 5 Mei 1980 di Jakarta sebagai sebuah "Ungkapan Keprihatinan" dan ditandatangani oleh 50 orang tokoh terkemuka Indonesia, termasuk mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution, mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso, mantan gubernur Jakarta Ali Sadikin[1] dan mantan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap dan Mohammad Natsir.

Para penandatangan petisi ini menyatakan bahwa Presiden telah menganggap dirinya sebagai pengejawantahan Pancasila; bahwa Soeharto menganggap setiap kritik terhadap dirinya sebagai kritik terhadap ideologi negara Pancasila; Soeharto menggunakan Pancasila "sebagai alat untuk mengancam musuh-musuh politiknya"; Soeharto menyetujui tindakan-tindakan yang tidak terhormat oleh militer; sumpah prajurit diletakkan di atas konstitusi; dan bahwa prajurit dianjurkan untuk "memilih teman dan lawan berdasarkan semata-mata pada pertimbangan Soeharto.

2007 - Kecelakaan pesawat terbang Kenya Airways Penerbangan 507 jurusan Abidjan-Douala-Nairobi; 105 penumpang dan 9 awak pesawat tewas

Kenya Airways Penerbangan 507 adalah penerbangan Boeing 737-800 milik Kenya Airways yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Douala di Douala, Kamerun menuju Bandar Udara Internasional Jomo Kenyatta di Nairobi, Kenya.

Penerbangan ini dimulai dari Bandar Udara Port Bouet di Abidjan, Pantai Gading tetapi singgah di Douala untuk mengambil sejumlah penumpang.

Pesawat ini diduga jatuh dekat kota Lolodorf, sekitar 160 km di sebelah tenggara kota pantai Douala, Kamerun selatan pada 5 Mei 2007 dengan 105 penumpang dan 9 awak pesawatnya. Kenya Airways mengatakan bahwa penumpangnya berasal dari 26 negara. Tidak ada seorangpun selamat dari musibah ini.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini