Heboh Prank Ferdian Paleka, Sosiolog: Anak Muda Mendewakan Like dan Subscribe

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 05 Mei 2020 05:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 05 337 2209228 heboh-prank-ferdian-paleka-sosiolog-anak-muda-mendewakan-like-dan-subscribe-agcOnBUwZu.jpg Ferdian Paleka (Ist)

JAKARTA - Psikolog Intan Ertila menilai, aksi gurauan atau prank yang dilakukan Ferdian Paleka dengan memberikan sembako berisikan sampah kepada waria didasari karena keinginan youtuber tersebut untuk viral.

Sehingga, bagi Ferdian konten merupakan segala-galanya demi mendapatkan like, komentar, hingga subscriber agar bisa terkenal di media sosial (medsos).

"Jadi fenomena prank sembako isi sampah ini artinya sebuah fenomena yang sudah mulai terjadi di genarasi muda. Mereka memikirkan konten segala-galanya biar banyak like, subscribe, follower, yang artinya ini miris karena bagi mereka bagaimana supaya viral, supaya bisa dikenal," ujar Intan dalam keterangannya, Selasa (5/5/2020).

Menurut Intan, saat ini banyak generasi muda yang telah kehilangan moralitas sehingga mereka lupa dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Selain itu, banyak generasi muda yang ingin mendapatkan popularitas dengan cara instan.

Baca Juga: Ikut Prank Bantuan Isi Sampah, Teman Youtuber Ferdian Paleka Serahkan Diri ke Polisi

"Tapi mereka lupa akan norma bagaimana berperilaku kepada orang lain. Norma bagaimana menghargai, empati, simpati," tururnya.

Intan mengaku prihatin dengan perkembangan medsos di kalangan anak muda yang tak lagi menimbang manfaat baik atau buruknya konten-konten yang mereka bagikan di medsos miliknya.

"Kalau aku bilang ini mereka karena ingin memperoleh nama dengan cara yang instan. Sehingga, ada efek generasi sekarang cenderung tidak menghargai proses kemudian bagaimana sebagian dari mereka justru yang hilang bukan kepintaran mereka. Kalau pintar, justru mereka jauh lebih pintar tapi yang kurang adalah sisi moral, etika, sopan dan santun," ujarnya.

Intan mengingatkan agar orangtua supaya mendidik anaknya dengan baik di rumah. Orangtua, kata dia, wajib menanamkan adab yang baik hingga sopan dan santun terhadap sesama kepada putra-putrinya.

"Ini bagaimana orangtua mendidik, pola asuhnya seperti apa, dan kalau di rumah dicontohkan bagaimana adap, dan aturan biasanya tidak akan seperti itu. Tapi kalau dari rumah konsep aturan tidak diterapkan, maka akhirnya anak bisa melakukan apapun juga untuk mencapai goalsnya," lanjut dia.

"Jadi kalau untuk viral kontennya, apapun akan dia lakukan supaya dia viral. Kejadian ini bukan hanya dilakukan oleh satu orang saja," tambah Intan.

Ia pun mengimbau orangtua agar mampu mendidik anaknya dengan benar. Pasalnya, bila tak ditangani dengan baik generasi muda akan rela melakukan apapun agar bisa viral di medsos.

"Jadi kalau tidak ditangani serius akan banyak yang seperti ini. Anak muda yang mendewakan like, subscribe, dan lainnya," tandasnya.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini