Share

2 Jenderal Polisi Duduki Jabatan Penting di Kemenkumham

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 04 Mei 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 337 2208924 2-jenderal-polisi-duduki-jabatan-penting-di-kemenkumham-TpHFftbGXJ.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly melantik dua Jenderal Polisi untuk menduduki jabatan penting di Kemenkumham, hari ini, Senin (4/5/2020). Keduanya yakni, Irjen Andap Budhi Revianto dan Irjen Reynhard Saut Poltak Silitonga.

Andap Budhi Revianto dilantik untuk menduduki jabatan sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkumham. Sementara Reynhard Saut Poltak Silitonga, dilantik untuk menjabat Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas).

Tak hanya keduanya, Yasonna juga melantik pimpinan tinggi madya dan pimpinan tinggi pratama di Kemenkumham lainnya. Yasonna menekankan bahwa promosi, rotasi, dan mutasi jabatan adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi. Ia meminta agar pejabat yang telah dilantik segera menyesuaikan diri untuk langsung bekerja dengan segala kesungguhan hati.

"Kita perlu orang-orang yang mempunyai kompetensi, berintegritas, profesional, berkinerja tinggi, dan mempunyai moralitas yang bagus serta mampu mengabdi, berkomitmen terhadap Sumpah Jabatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Kemenkumham," ujar Yasonna saat pidato di Graha Pengayom, Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2020).

Dalam kesempatan itu, Yasonna juga sempat menitipkan pesan khusus untuk Andap Budhi Revianto yang saat ini menjabat Irjen Kemenkumham. Ia meminta Andap untuk bersungguh-sungguh mengawasi Kemenkumham, yang termasuk kategori kementerian besar di Indonesia.

Yasonna menjelaskan bahwa Kemenkumham memiliki 860 satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia dari tingkat pusat hingga kabupaten atau kota. Kemenkumham memiiki jumlah pegawai lebih dari 59 ribu orang. Oleh karenanya, pengawasan Irjen Kemenkumham terhadap bawahannya sangat besar

"Ini artinya span of control atau rentang kendali organisasi kita sangat besar. Dan ini adalah sebuah tantangan dalam hal pengawasan. Oleh karenanya, kepada Saudara Andap Budhi Revianto sebagai Inspektur Jenderal, saya minta untuk melakukan terobosan-terobosan dalam mengatasi tantangan meningkatkan moralitas dan etika pegawai, meningkatkan pengawasan baik dalam hal pelaksanaan pelayanan publik, administrasi keuangan, maupun disiplin pegawai," imbaunya.

Selain itu, Yasonna juga berharap Andap dspat menjaga dan meningkatkan Indeks Integritas Kemenkumham menjadi lebih baik. "Jangan berikan ruang untuk kolusi, korupsi, dan nepotisme di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Pelanggaran dan kesalahan dalam pelaksanaan tugas dapat diperkecil bahkan menjadi zero mistake," ucapnya.

Selain Andap, Yasonna juga berpesan kepada Reynhard Saut Poltak Silitonga yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS). Ditekankan Yasonna, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan merupakan perangkat yang memiliki jumlah satuan kerja paling besar yakni sebanyak 680 satuan kerja terdiri dari Lapas, Rutan, Bapas, dan Rupbasan di seluruh Indonesia.

Yasonna berharap Reynhard Saut Poltak sebagai Dirjen PAS dapat menerobos kesulitan-kesulitan yang ada. Sehingga, kata Yasonna, kedepannya pelayanan dari segi pembinaan, pengamanan, sinergitas dengan para stakeholder, maupun pencegahan terhadap semua celah untuk terjadinya transaksi narkoba dan pungli, dapat terus ditingkatkan.

"Dirjen PAS tidak hanya berkoordinasi dengan Polri, tapi juga BNN, dan Kejaksaan Agung," ujarnya.

Selain itu, Dirjen PAS diharapkan agar benar-benar menjaga integritas dan mampu menjadi contoh bagi jajarannya. Yasonna mewanti-wanti agar tidak ada lagi peredaran narkoba dalam Lapas ataupun Rutan.

"Saya ingin saudara memastikan bahwa tidak ada lagi kerusuhan dan gejolak dalam Lapas ataupun Rutan," tegasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini