Polemik Pengangkatan Kepala BNPT, DPR: Tak Mungkin Kapolri Langkahi Presiden

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 04 Mei 2020 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 337 2208702 polemik-pengangkatan-kepala-bnpt-dpr-tak-mungkin-kapolri-langkahi-presiden-zaqDf23yC2.JPG Anggota Komisi III DPR dari PKS, M Nasir Djamil (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Penunjukan Irjen Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masih menyisakan polemik. Namun, anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil justru heran jika penunjukan Boy Rafli dipermasalahkan.

Menurut dia, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pasti telah menyampaikan pergantian Kepala BNPT tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, ia menilai tak ada maladministrasi dalam penunjukan untuk jabatan itu.

"Mana mungkin Kapolri berani melampaui kewenangannya atau memojokkan Presiden soal pengangkatan Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT. Kalau Kapolri berani melangkahi Presiden itu namanya bunuh diri," ujar Nasir saat dihubungi Okezone, Senin (4/5/2020).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, Kapolri Idham Azis telah berbicara dengan Presiden Jokowi sebelum menunjuk mantan Kapolda Papua tersebut sebagai Kepala BNPT.

Legislator asal Aceh ini juga menduga bahwa orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu juga telah menyerahkan nama cadangan bila Kepala Negara tidak merestui Boy Rafi Amar menjabat Kepala BNPT.

Baca juga: 271 Perwira Polri Dimutasi, Boy Rafli Kepala BNPT, Argo Yuwono Kadiv Humas

Mungkin saja kata dia, Istana telah memberi lampu hijau sehingga akhirnya terbit telegram atas nama Boy Rafli Amar menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius.

Kapolri Idham Azis

"Pihak yang menuduh Kapolri melampaui kewenangannya dan ingin memojokkan Presiden dengan pengangkatan Boy Rafli sebagai Kepala BNPT, tampaknya kurang memahami bagaimana hubungan kerja dan komunikasi Kapolri dan Presiden", ujar Nasir.

Ia menambahkan bahwa Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius akan genap empat tahun sebagai Kepala BNPT pada Juli mendatang. Nasir menilai, Kapolri ingin adanya penyegaran di tubuh BNPT, kendati dirinya tak menampik banyak keberhasilan Suhardi Alius saat memimpin BNPT, terutama lahirnya UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.

"Pak Suhardi boleh dibilang sukses. karena itu Pak Boy Rafli diharapkan bisa mempertahankan dan meningkatkan cerita sukses yang telah dilakukan Pak Suhardi ", tukasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini