Menaker Apresiasi Buruh Tak Turun ke Jalan Rayakan May Day 2020

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 01 Mei 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 337 2207924 menaker-apresiasi-buruh-tak-turun-ke-jalan-rayakan-may-day-2020-Eh4bkCQHmc.jpg ilustrasi

JAKARTA - Peringatan hari buruh atau May Day tahun 2020 di Indonesia membuat para serikat pekerja buruh tak bisa melaksanakan aksi turun ke jalan lantaran adanya wabah pandemi Covid-19.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengapresiasi langkah para serikat pekerja buruh yang tak menggelar aksi turun ke jalan dalam peringatan May Day tahun ini.

“Saya juga ingin memberikan apresiasi kepada teman-teman Serikat Pekerja serikat buruh yang dalam memperingati May Day ini dilakukan dengan cara yang berbeda, tidak ada demonstrasi tidak ada perayaan,” kata Ida dalam konfrensi pers di BNPB Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Ia pun torot menyoroti beberapa serikat pekerja buruh yang mengganti aksi turun ke jalan, menjadi kegiatan bakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya hal tersebut adalah tindakan yang positif.

“Yang ada saya melihat teman-teman melakukan kegiatan bakti sosial melakukan donasi untuk disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,”terang Ida.

Ida mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak kepadak kepada semua sektor dan membatasi ruang gerak. Namun begitu ruang gerak yang terbatas hendaknya tidak menjadi hambatan bagi termasuk buruh tetap melakukan dialog dan bertindak positif.

Baca Juga : 18 Tahun Bekerja Berujung PHK, Hak Karyawan Pun Tak Jelas

“Berkaitan dengan hal ini saya mengharapkan kita semua bisa bekerja sama dengan para pimpinan serikat pekerja, serikat buruh agar kita terus mengedepankan kegiatan-kegiatan yang positif dan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tuturnya.

Lebih jauh Ida berharap bahwa peringatan hari buruh internasional tahun 2020, dapat memperkuat kebersamaan bersaudara dan nasionalisme kebangsaan. “Serta meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial bangsa ketahanan para pekerja atau buruh di seluruh Indonesia dalam rangka mengantisipasi dan menangani dampak Covid-19 di sektor Ketenagakerjaan,” papar Ida.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini