Pandemi Corona, 64,3 Persen Orang Merasa Depresi dan Takut Berlebihan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 01 Mei 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 337 2207688 pandemi-corona-64-3-persen-orang-merasa-depresi-dan-takut-berlebihan-5JK7EHYN39.jpg Pengumuman pemeriksaan suhu di Balai Kota DKI Jakarta (Okezone.com/Achmad)

JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mencatat ada 1.522 orang melakukan pemeriksaan psikologis selama pandemi Covid-19. Tapi, 64,3 persen di antaranya diketahui memiliki masalah pada kesehatan jiwanya.

Hal itu diungkapkan dr Lahargo Kembaren, Sp.KJ, psikiater dari PDSKJI dalam konferensi pers disiarkan langsung melalui streaming di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (1/5/2020).

“64,3 persen ternyata merasa cemas dan depresi, dengan gejala rasa takut berlebihan, tak bisa rileks, ada gangguan tidur, kewaspadaan berlebihan, ada ganguan stres pasca-trauma psikologis,” kata Lahargo.

Kemudian ada 80 persen lagi yang mengatakan mereka mengalami kondisi psikologis, merasa jauh dari lingkungan, selalu merasa waspada dan berjaga-jaga.

Lahargo mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi virus corona, karena jika jiwa terganggu keadaan makin memburuk. Pihaknya meminta masyarakat silakan berkonsultasi jika ada masalah dengan kejiwaan.

 korona

“Kami dari PDSKJI, berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini ada 1.000 psikiater yang siap melakukan pendampingan psikososial, bisa melalui akun instagram kita @pdskji_indonesia, atau konsultasi gratis di aplikasi Kemenkes yaitu Sehatpedia,” ujarnya.

Lahargo membagi tips menjaga kesehatan jiwa saat pandemi corona. Salah satunya dengan membatasi informasi berlebihan yang belum diketahui kebenernannya. “Ambil jarak sejenak dari info tersebut,” ucapnya.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Jiwa saat Pandemi Covid-19 

Kemudian memilah-milah informasi yang dapatkan, selalu ambil berita akurat dari sumber terpercaya, membaca sumber keliru akan membuat seseorang lebih cemas, munculkan masalah kesehatan jiwa.

“Kita perlu mengatasi kondisi tak nyaman selama pandemi ini, tapi hindari merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba untuk atasi perasaan tak nyaman itu. Itu justru memperburuk perasaan tak nyaman,” ujar Lahargo.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini